Contact : 085255495033 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Kamis, 03 Juli 2014

PERASAAN SEORANG ALBINO



            Apa yang dapat ku lakukan untuk membuatmu mencintaikuApa yang dapat ku lakukan untuk membuat mu peduli? Apa yang bisa ku katakan untuk membuat mu merasakan ini? Apa yang dapat ku lakukan untuk mu di sana? Mungkin karena aku berbeda dari makhluk ciptaan tuhan yang ada di muka bumi ini sehingga aku tak dapat melakukan apa-apa untuk dapat melakukan yang aku inginkan? Oh… tuhan sehina inikah hidupku…

            Aku kadang disebut siluman, kadang dihina dengan sebutan manusia jadi-jadian, tak jarang pula orang menyebutku dengan sebutan bule atau mister. Bentuk tubuhku tidak berbeda dari kalian semua, aku memiliki sepasang kaki, sepasang tangan dengan jumlah jari yang sama dengan kalian, akupun mempunyai sepasang mata, sepasang telinga, mulut, hidung dan semua yang kalian miliki juga aku miliki namun yang membedakan kalian dengan diriku yaitu perbedaan warna kulit, warna rambut, warna mata dan daya tahan tubuhku tidak sekuat yang kalian miliki.

            Kalian pernah mendengar kata Albino? Ataukah kalian pernah berteman, mengenal atau melihat 
orang albino? Aku tahu dalam pikiran kalian albino itu adalah orang yang mempunyai rambut pirang, mata yang aneh serta warna kulit yang putih pucat dan tak jarang orang juga menafsirkan jika berteman dengan seorang albino itu bisa mendapat celaka karena umur seorang albino tidak bisa bertahan lama seperti orang-orang pada umumnya bahkan sebagian orang menyangka jika seorang albino itu adalah siluman atau vampir karena tidak dapat bertahan dibawah sengatan sinar matahari. Itulah kenyataan yang harus aku hadapi selama beberapa tahun setelah aku dilahirkan di dunia ini dan aku tetap berbesar hati menerima semua yang dititipkan tuhan kepadaku.

            Banyak yang tidak menyukai keberadaanku namun juga ada beberapa orang yang menerima keberadaanku sebagai keluarga dan sahabatnya. Aku juga sama seperti manusia pada umumnya, aku bisa merasakan sedih, senang, kecewa, dan cinta…
            Pernah suatu ketika aku mulai merasakan perasaan yang sering disebut dengan cinta. Aku mempunyai beberapa sahabat yang meskipun kadang mereka membatasi diri mereka untuk dekat denganku tapi aku merasa sangat bahagia dan ketika salah satu dari sahabatku itu mulai sangat dekat denganku aku juga merasa nyaman bersamanya. Seorang sahabat yang sering membuatku tersenyum dengan candaannya dan juga bisa membuatku sedih ketika dia merasakan kegalauan yang diceritakannya. Entah mengapa aku mulai merasakan cinta kepadanya, sering kali aku terus ingin berada bersamanya, semua tentangnya mulai merasuk ke pikiranku. Aku mulai berusaha untuk bisa menyukai apa yang dia suka mulai dari warna yang dia suka, makanan yang dia suka sampai hal yang dia tidak sukai pun aku juga rela ingin merasakannya. Aku berbuat begitu dengan bermaksud agar aku mendapatkan perhatian yang lebih dan bisa membuatnya senang.

            Hari demi hari telah kulalui namun tidak sedikitpun usahaku menampakkan hasil. Dia hanya bersikap seperti biasanya. Tapi suatu hari ketika dia bercerita tentang seseorang yang membuatnya merasa nyaman aku mulai merasakan sedikit kecerahan di dalam jiwa. Katanya orang yang bisa membuat kita nyaman itu ketika dia bisa membuat pikiran kita tersenyum, membuat hati kita tersenyum meskipun bibir tidak membahasakan senyuman itu. Aku percaya jika yang telah kulakukan selama ini tidak sia-sia.

            Suatu hari aku tidak pernah bermimpi dan menyangka jika aku bisa jalan berdua dengan seorang wanita. Hari itu aku diajaknya untuk sekedar menemaninya membeli sebuah sepatu yang rencananya akan dipakai ke acara nikah keluarganya dan tentu saja saya juga diajak ikut bersamanya. Hari itu sangat cerah dan mengharuskanku menggunakan pakaian tebal berlengan panjang agar menutupi kulitku dari sengatan sinar matahari tapi itu tiada terasa panasnya ketika berada bersama orang yang kita cintai. Namun lain rasanya ketika panasnya kulit terasa di dalam tubuh maksudku hati. Mungkin aku sedikit cemburu ketika dia mendapat sebuah telepon ajakan makan tapi tetap aku ikut karena bagiku kami adalah sepasang orang yang tak terpisahkan.

            Di suatu tempat dimana seseorang yang mengajak itu kami tiba dan bukan hanya seseorang tapi beberapa orang yang saling mengenal, aku merasa bagaikan orang yang berada sendiri di dunia ini. Seperti biasanya bisikan orang yang menatapku sudah ku anggap hal yang biasa dan aku tetap berbesar hati menerimanya. Tiap orang yang menatapku sinis ku balas dengan senyuman. Aku hanya bisa terdiam dan sesekali tersenyum di tengah orang yang bercanda tanpa menghiraukan keberadaanku bahkan seorang sahabatku tidak begitu memperdulikanku.

            Setelah semua usai kami pulang dan seperti biasanya selepas merasakan kegembiraan sahabatku ini menceritakan kegembiraannya padaku tapi kali ini kegembiraan itu hanya kegembiraan untuknya bukan kegembiraan untukku ketika dia mengatakan jika dia sangat senang mempunyai seorang sahabat seperti aku karena berkat diriku semua perasaan sakit hatinya kepada seseorang bisa terobati dan ketika aku membahasakan perasaanku padanya itu hanya dianggap sebuah perkataan dan yang tak dapat ku sangka ketika selama ini seseoramg yang dia ceritakan padaku bukan diriku dan sungguh terasa sakit ketika aku mengetahui jika selama ini aku hanya sebagai orang yang tidak ada artinya.

            Bahkan aku pernah bertemu dengan orang yang membuatnya bahagia, aku hanya bisa terdiam memendam rasa sakit di hatiku ini. Ketika waktu itu, aku diperkenalkannya kepada seseorang yang dia maksud, walau terasa kecewa namun aku harus tetap tersenyum menyembunyikan kecewaku. Sesaat kemudian suasana berubah ketika orang yang dia banggakan tersebut ternyata juga hanya menganggapnya sebagai sahabat sama halnya yang dia rasakan kepadaku. Bahkan orang yang dia banggakan tersebut juga bercerita tentang pasangannya yang sudah lebih dulu berada di hatinya.

            Aku tau dan aku merasakan apa yang dirasakannya saat ini. Aku tidak ingin menyebut ini adalah sebuah karma atau sebuah kutukan atau kesialan dariku namun aku akan tetap bersabar dan menanti dan akan tetap setia menjadi seorang sahabat untuknya. Karena bagiku mempunyai seseorang yang bisa mengerti dan ingin berbagi denganku adalah suatu anugrah terindah dari tuhan. Aku akan tetap seperti ini hingga keajaiban itu datang kepada manusia albino seperti diriku ini.

           Terimakasih tuhan.. telah menciptakanku ke dunia ini dan juga telah menciptakan seorang sahabat yang ikhlas berbagi denganku.

Kisah ini hanya fiktif semata yang tercipta dari khayalan penulis, jika ada kesamaan, tempat, dan kisah mohon sangat dimaafkan.
Terimakasih.
           




Tidak ada komentar:

Posting Komentar