Contact : 085255495033 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Kamis, 20 November 2014

ENTAH SIAPA SOSOK WANITA YANG ADA DI SETIAP TULISAN DI BLOG INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...           
           
           Beberapa tahun terakhir beberapa tulisan dan cerita yang tercipta dari khayalan atau pikiranku hampir semuanya adalah kisah dengan genre yang berbeda dari aku yang mengisahkannya, seperti aku ini adalah seorang ibu, seorang bapak, dan yang paling aneh lagi aku sebagai wanita atau pacarnya orang atau sahabatnya orang lain. Awalnya aku menganggap ini adalah sebuah tantangan karena bisa merasakan menjadi orang lain itu sebuah hal yang luar biasa, seperti merasakan jika kehilangan orang yang disayangi atau bahagia dengan pertemuan yang berakhir dengan cinta atau kisah yang sedih yang juga membuat saya yang menuliskan ikut terhanyut dalam kesedihan dalam kisah yang dikhayalkan dan dipikirkan oleh saya sendiri.


            Disaat ingin menuliskan kisah selalu saja saya tertarik untuk mengisahkan seorang wanita. Saya juga terkadang heran dengan sosok wanita tersebut, disaat saya mengisahkan wajahnya seolah nyata dalam pikiranku. Dengan jelas saya bisa membayangkan rambutnya, senyumnya, keceriaannya dan kesedihannya. Hampir semua kisah di blog ini yang berkarakter wanita itu adalah dia. Seorang wanita yang tercipta dari khayalan yang seolah nyata dan sering kali membahasakan perasaannya melalui pikiranku dan akhirnya menjadi sebuah khayalan yang berakhir disebuah tulisan.

            Sebelum saya menuliskan kisah wanita itu lagi, saya tiba-tiba tersadar bahwa mungkin selama ini kisahnya itu nyata namun melalui pikiranku dia ingin jika kisahnya dituliskan agar semmua orang tahu bahwa itu adalah dia. Tapi sampai saat ini saya belum tahu siapa namanya dan tidak pernah terpikir jika harus memberinya nama karena sebagian dari tulisanku menggunakan kata “aku” atau “saya” tanpa memakai nama seseorang yang bercerita.

            Beberapa saat yang lalu saya juga tersadar dengan melihat beberapa tulisan kisah yang pernah saya buat ternyata memang dari cerita yang lalu hingga sekarang saling berhubungan dan kisahnya tanpa saya sadari memang saling berkaitan. Saya pernah berpikir apakah saya ini adalah reinkarnasi dari wanita tersebut? ataukah saya ini adalah portal dari pikiran wanita tersebut? tapi tidak mungkin jika saya adalah perempuan tersebut karena pada umumnya saya ini seperti pria lainnya yang dulu sering melakukan perkelahian antar kelas, antar sekolah, antar fakultas, hingga antar jemput semua saya lakukan, dari yang halal hingga yang hampir haram juga pernah saya rasakan dan yang terakhir beberapa detik yang lalu saya periksa dan beberapa menit memperhatikan sambil menundukkan kepala saya bisa pastikan bahwa saya ini adalah pria. Mungkin semua tentang si wanita itu dan kisahnya hanyalah sebuah kisah khayalan dan kebetulan semata. Anda tidak perlu membuka atau kembali membaca beberapa kisah tersebut, beberapa hari atau beberapa menit nanti juga saya akan membuat kisah wanita tersebut.

Meskipun beberapa pembaca hanya membaca tulisan-tulisan di blog ini pada bagian awal atau akhir saja atau bahkan hanya melihat komentar dari beberapa orang dan juga ikut berkomentar sesuai apa yang dikomentari orang-orang itu memang tidak menghargai hasil pemikiran si penulis namun itu juga tidak apa-apa bagi penulis di blog ini karena tidak ada paksaan untuk membaca atau melihat tulisan yang ada di blog ini. Terimakasih karena telah berkunjung kesini.

Rabu, 23 Juli 2014

CINTAKU TELAH PERGI DISAAT KAMU KEMBALI



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...            Akhir-akhir ini setiap aku bertanya kamu jarang menjawab dan jarang pula kamu merespon apa perkataanku. Aku selalu bertanya pada diriku tentang bagaimana diriku di mata dan di hatimu saat ini? Apakah aku meragukan untukmu? Setelah sekian lama kita bersama apakah ada yang melebihi perhtianku padamu? Apakah ada seseorang yang membuatmu merasa nyaman berada disampingnya selain diriku? Dan apakah kamu ingin melepasku hanya untuk cinta sesaat yang merasuki pikiranmu? Semua dugaan dan kecemasanku hanya ku anggap sesuatu yang berlebihan bahkan aku sangat merasa bersalah dan berdosa kepadamu ketika aku melakukan tuduhan di dalam hati hanya kepadamu seseorang yang telah menjadi sepenggal dari kisah hidupku.

            Awalnya aku hanya merasa bersalah padamu karena tempo hari aku pernah mengabaikan perasaanmu hanya karena aku ingin melihatmu bahagia bersama teman dan lingkungan sekitarmu dan juga aku ingin membuatmu paham dan mengerti pentingnya dirimu tanpa harus bergantung pada orang lain sekalipun itu adalah aku. Semua itu memang sebuah kesalahan karena kamu salah menafsirkan semua itu dan menganggapnya sebuah ketidakpedulianku padamu dan perlahan membuat perasaanmu menjadi hilang padaku, itu katamu waktu itu. Aku berani bersumpah jika waktu itu aku hanya ingin membuatmu keluar dari zona nyamanmu selama ini. Maaf jika saat itu kamu salah menafsirkan maksudku.

            Suatu hari ketika kamu dekat dengan seorang pria yang kebetulan adalah sahabatmu yang telah kamu kenal beberapa tahun yang lalu, aku sama sekali tidak cemburu ataupun membatasimu dekat dengan pria manapun karena bagiku kepercayaan terbesarku ada pada hatimu. Aku juga mengenal pria tersebut, dia pria yang baik, seorang yang taat pada agama, dia juga cerdas dan juga setia pada pasangannya. Jadi apa salahnya jika kamu dekat dengannya hanya untuk berteman dan belajar bersama lagi pula dengan adanya satu orang wanita yang sering bersama kalian, wanita itu juga merupakan sahabatmu dan membuatku semakin percaya dengan persahabatan kalian dan juga membuatku sedikit legah karena bisa melihatmu mempunyai sahabat.

            Namun seiring berjalannya waktu aku merasa jika ada sesuatu yang berbeda, aku melihat kamu cemburu dengan kisah cinta para sahabatmu yang kisahnya bahagia tidak sebahagia dan seromantis yang kamu jalani. Akhir-akhir ini kamu banyak menuntut sesuatu dan janji dariku. Karena aku menyayangimu maka dengan segala macam cara yang halal meskipun itu dengan cara yang menyedihkan aku akan berusaha melakukan untukmu. Aku senang melihatmu tersenyum dan bercanda padaku. Tapi tetap saja sifat kerasmu masih seperti yang dulu, sedikit tersinggung, emosi kemudian ngambek tapi meskipun demikian aku masih takkan pernah menyerah meluluhkan hatimu hingga kamu bisa kembali tersenyum.

            Beberapa hari yang lalu aku sedikit kecewa terhadapmu yang kurang meresponku hanya karena sebuah chatting di sosial media, awalnya aku membiarkanmu karena aku melihat kamu sangat senang dengan tawa gembira sambil memegang hp dan itu juga membuatku senang karena akrabnya sahabatmu kepadamu. Tapi tahukah kamu apa yang membuatku terluka saat ini? Bukan karena aku cemburu atau aku kurang mendapatkan perhatian darimu tapi karena tanpa sengaja aku menemukan sebuah chat yang dengan sengaja kamu sembunyikan di hp milikmu. Aku sempat heran mengapa sebuah aplikasi terpisah sendiri dari kumpulan aplikasi di folder  sosial media. Aku sedikit penasaran dan mulai membuka satu persatu percakapanmu dan tanpa sengaja aku membaca sebuah chat dari sahabat pria mu yang memanggilmu dengan kata sayang dan kamu juga membalasnya dengan kata sayang, bagiku itu bukan masalah tapi entah mengapa kamu ceritakan masalah pribadi kita padanya? Aku sangat kecewa karena kamu mengatakan padanya jika kamu tidak menyayangiku lagi dan berniat untuk meninggalkanku suatu saat nanti tanpa harus mengatakan padaku. Tahukah kamu jika yang membuatku sangat terluka ketika sahabatmu itu mengungkapkan perasaannya padamu yang dia katakana jika dia sangat nyaman berada di dekatmu dan kamu juga menanggapi dengan bertanya kapan kamu mulai merasakannya? Kamu juga berkata harus jaga diri kepadanya ketika pacar sahabatmu itu berada di dekatnya dan kamu juga sempat mengatakan jika kamu harus jaga diri dan tidak terlalu berharap padanya karena dia sudah punya pacar dan kamu takut menjadi perusak hubungan diantara mereka tapi kata darinya yang menyuruhmu merasakan hati kecilmu sepertinya dia memang serius mencintaimu. Aku mengambil kesimpuan jika secara tidak langsung sahabatmu itu mengatakan perasaannya padamu dan secara tidak langsung kamu menerimanya dengan semua perasaan yang dia rasa namun kalian terikat oleh hubungan masing-masing oleh pacar kalian dan kalian memutuskan untuk menjadi sahabat sampai salah satu atau kalian berdua melepaskan pasangan kalian. Itu maksud kalian kan? Maaf tanpa sengaja aku membaca semua privasi kalian, belum lagi sembuh luka ini lagi-lagi aku menemukan catatan curhatan hatimu di sebuah folder konsep pesan di hp mu, kamu mengatakan jika kamu diantara dua pilihan dan dihadapkan oleh kisah cinta yang menyakitkan. Sekali lagi maaf telah membuka privasimu.

            Sekarang aku tidak heran ketika kamu dengan sembunyi-sembunyi chat dengannya setelah aku berpura-pura mendekat kamu mengganti obrolan tersebut dengan aplikasi lainnya dan aku tidak heran lagi ketika kamu membatasi kedatanganku ke tempatmu karena mungkin saja juga ada kedatangan darinya, aku juga tidak heran ketika kamu tiba-tiba paham agama dan menyuruhku lebih rajin beribadah karena kamu telah belajar banyak darinya dan ingin aku menjadi cerminan darinya dan mungkin bagimu imam yang baik yang sesuai dengan harapanmu adalah dia bukan seperti diriku ini. Wajah dan tingkahku selalu baik-baik saja di hadapanmu namun hati ini menangis ketika kamu selalu berkata ingin putus denganku dengan alasan hanya sementara hanya untuk lebih fokus pada ujian akhirmu meskipun sebenarnya bukan itu maksudmu dan semua lagu galau yang kamu putar sepertinya mengarah kepada kisah kita yang harus mengakhiri semua ini dan kamu akan memulai yang baru dengannya dan juga pertanyaanmu yang selalu mengatakan jika seandainya bukan aku yang menjadi pasanganmu di pernikahan nanti apakah aku akan bersedih? Jika manusia itu adalah manusia normal pasti rasa sedih itu ada dan akan selalu membekas hingga akhir hayatnya.

            Tahukah kalian jika kalian menyakiti hati pasangan kalian yang telah memperjuangkan kalian? Suatu saat nanti jika kita memang harus terpisah aku sudah mengetahui akan seperti apa jadinya, aku hanya ingin mengatakan kalimat “Cukup  tau saja”, seperti yang kau katakan ketika kamu mengetahui perasaannya kepadamu. Namun bagiku yang terlanjur mengetahui semua ini maka aku akan berusaha tetap tersenyum melihatmu bahagia. Aku mencintaimu demi mencintai semua hal yang kamu cintai tapi tolong maafkan aku jika suatu saat cintaku telah pergi disaat kamu kembali.

Cerita ini berasal dari curhatan seorang teman penulis sebut saja namanya Si Hati  yang kebetulan curhatannya ingin dituliskan disini.

Sabtu, 12 Juli 2014

AKU MENGERTI KARENA AKU MERASAKANNYA



Suatu hari aku menemukan tulisanmu ini..............

            Sulit menjelaskan kepadamu bagaimana rasanya hatiku disaat menatapmu tersenyum, seperti ada sesuatu di dalam dirimu yang membuat detak jantung ini terasa cepat. Mengapa rasa itu baru ku rasakan ketika kamu sudah ada yang memiliki? Mengapa aku tidak bisa melihat ketika itu tepat di hadapanku selama ini? Tapi kenapa baru sekarang aku bisa melihatnya? Sesuatu….. yang disebut… cinta.


            Aku yang tetap menunggu walau tahu kamu tidak akan datang padaku, aku yang tetap menanti walau tahu kamu tak akan kembali, meskipun aku bertahan aku tak layak dipertahankan, meskipun aku menunggu aku tak layak untuk diharapkan. Saat ini aku berpikir hanya ingin menikmati rasa sayang ini untuk kamu sebelum akhirnya rasa ini hilang dan tidak akan pernah aku rasa lagi sama siapapun. Aku mampu memaafkan seberapa besar kesalahanmu, sejujurnya itu bukan kebodohanku tapi karena ketulusanku mencintaimu. Aku mungkin saja bisa melupakan apa yang pernah kamu lakukan terhadapku namun tidak akan pernah aku lupa bagaimana kamu membuatku berarti. Seandainya kamu tahu, aku begitu tersiksa disini merindukan semua hal tentangmu, apakah kini kamu juga merasakan hal yang sama denganku?

            Walaupun kamu bisa menghapus air mata di wajahku, kau masih tidak bisa mengerti penyebab kesedihanku. Aku hanya bisa menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya sambil tersenyum meskipun disaat yang sama hatiku bersedih. Aku bahkan masih bisa  mengingat beberapa perkataanmu padaku, kamu pernah berkata jika kita harus berhenti melakukan hal-hal seperti yang orang lain lakukan karena kita ini berbeda. Hingga saat ini aku percaya bahwa memang kita berbeda dengan mereka. kisah dan kehidupanku tidak seindah mereka.

            Aku pasti sudah kehilangan akal waktu itu, bagaimana aku bisa meninggalkanmu? Aku hanya mencintaimu, aku benar-benar minta maaf. Kamu tahu jika aku selalu memberimu luka tapi aku yakin bukan itu yang membuatmu marah. Mungkin karena perkataanku yang mengecewakanmu? Atau mungkin karena aku terlalu possesif terhadapmu? Walaupun kamu tidak bisa merasakan apa yang ku rasa namun aku sekarang tahu apa yang sedang kamu rasakan. Maafkan aku yang tidak bisa melakukan beberapa hal tanpamu. Saat ini aku mulai menyadari jika segala sesuatu tidak akan memberikan makna yang sama pada setiap kondisi. Aku akan tetap bahagia jika bisa selalu bersamamu.

*******

            Aku menemukan dan membaca salah satu tulisan kata hatimu ini disaat aku berkunjung ke rumah ibumu, Banyak kata dari tulisanmu yang mebuatku terharu dan sedikit membuatku tersenyum ketika mengingat beberapa kisah yang juga kau tuliskan di sebuah buku tebal bersampul warna hitam dengan hiasan beberapa warna pink dan ungu.

            Setelah kamu ketahui pada waktu itu ternyata kamu hanya keliru menilaiku kamu tiba-tiba berubah seakan menjadi bukan dirimu dan kamu menjadi dirimu yang sesungguhnya. Aku sempat terkejut namun setelah membaca tulisan diary milikmu aku mulai menemukan sedikit demi sedikit jawaban tentang dirimu.

            Selama pacaran denganku dulu kamu memang membuatku sedikit jenuh dengan sikapmu yang keras dan susah bagiku untuk menasihatimu dengan sifatmu yang tidak peduli dengan perkataanku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak menemuimu beberapa saat dan ketika waktu itu kamu mulai sedikit berubah. Setelah membaca beberapa tulisanmu aku mulai mengerti jika pada saat itu kamu khawatir padaku, kamu juga merasa cemburu dan sangat merasa kehilangan dariku.

            Beberapa tahun pacaran kita akhirnya menikah juga yah.. aku berhasil menaklukkan kerasnya hati dan sikapmu itu. Kau bagaikan seorang wanita tercantik yang ku impikan semenjak aku mengenal cinta.

            Beberapa tahun bersama, kamu tak hanya menjadi seorang istri namun kamu juga menjadi seorang ibu dari sepasang anak kembar ini.

            Hari ini tepat hari ulang tahun mu dan hari ini juga tepat dua tahun semenjak kepergianmu. Aku merasa sangat sedih ketika melihatmu berjuang demi sepasang anak ini dan akhirnya kamu meninggalkan kami dengan air mata kesedihan yang sangat haru. Kamu tidak sempat melihat dengan jelas seperti apa tingkah seasang anak ini kamu bahkan tidak bisa melihat dan mengajarkan mereka berjalan, menyebut nama,  dan menyanyikan lagu untuknya secara bergantian ketika mereka menangis bahkan ketika aku kesulitan aku biasa dibantu oleh ibumu.

            Hingga saat ini aku masih selalu percaya bahwa kamu selalu ada berada di dekatku dengan senyumanmu menatapku seperti yang kamu lakukan secara diam-diam menatapku dengan senyum disaat aku tertidur dan juga nada suaramu masih sangat jelas bisa aku rasakan, termasuk bisikanmu yang dulu mengatakan Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum tapi tersenyumlah untuk bahagia. Bukan hanya nada suaramu yang lembut tapi juga nada suaramu yang meninggi masih bisa aku rasakan dengan perkataan yang sering kamu sebutkan jika merasa sedikit marah, kamu sering berkata  “sesutau yang kau tidak bisa rasakan bagaimana kau bisa mengerti?”

            Banyak hal yang ingin kamu lakukan bersamaku namun tak sempat kita lakukan, maafkan aku yang tidak bisa menepati janji itu kepadamu dan aku mengerti jika kita tidak akan pernah bisa merencanakan masa mendatang berdasarkan masa lalu. Aku mengerti karena aku merasakannya.

            Disaat aku merasakan cinta apakah kamu disana juga harus membalasnya dengan cinta? Disaat kamu disana mulai merasakan cinta apakah aku masih tetap harus dengan rasa cintaku ini? Akan ku simpan kisah kita sampai nanti kita bertemu disana.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan..

Kamis, 03 Juli 2014

PERASAAN SEORANG ALBINO



            Apa yang dapat ku lakukan untuk membuatmu mencintaikuApa yang dapat ku lakukan untuk membuat mu peduli? Apa yang bisa ku katakan untuk membuat mu merasakan ini? Apa yang dapat ku lakukan untuk mu di sana? Mungkin karena aku berbeda dari makhluk ciptaan tuhan yang ada di muka bumi ini sehingga aku tak dapat melakukan apa-apa untuk dapat melakukan yang aku inginkan? Oh… tuhan sehina inikah hidupku…

            Aku kadang disebut siluman, kadang dihina dengan sebutan manusia jadi-jadian, tak jarang pula orang menyebutku dengan sebutan bule atau mister. Bentuk tubuhku tidak berbeda dari kalian semua, aku memiliki sepasang kaki, sepasang tangan dengan jumlah jari yang sama dengan kalian, akupun mempunyai sepasang mata, sepasang telinga, mulut, hidung dan semua yang kalian miliki juga aku miliki namun yang membedakan kalian dengan diriku yaitu perbedaan warna kulit, warna rambut, warna mata dan daya tahan tubuhku tidak sekuat yang kalian miliki.

            Kalian pernah mendengar kata Albino? Ataukah kalian pernah berteman, mengenal atau melihat 
orang albino? Aku tahu dalam pikiran kalian albino itu adalah orang yang mempunyai rambut pirang, mata yang aneh serta warna kulit yang putih pucat dan tak jarang orang juga menafsirkan jika berteman dengan seorang albino itu bisa mendapat celaka karena umur seorang albino tidak bisa bertahan lama seperti orang-orang pada umumnya bahkan sebagian orang menyangka jika seorang albino itu adalah siluman atau vampir karena tidak dapat bertahan dibawah sengatan sinar matahari. Itulah kenyataan yang harus aku hadapi selama beberapa tahun setelah aku dilahirkan di dunia ini dan aku tetap berbesar hati menerima semua yang dititipkan tuhan kepadaku.

            Banyak yang tidak menyukai keberadaanku namun juga ada beberapa orang yang menerima keberadaanku sebagai keluarga dan sahabatnya. Aku juga sama seperti manusia pada umumnya, aku bisa merasakan sedih, senang, kecewa, dan cinta…
            Pernah suatu ketika aku mulai merasakan perasaan yang sering disebut dengan cinta. Aku mempunyai beberapa sahabat yang meskipun kadang mereka membatasi diri mereka untuk dekat denganku tapi aku merasa sangat bahagia dan ketika salah satu dari sahabatku itu mulai sangat dekat denganku aku juga merasa nyaman bersamanya. Seorang sahabat yang sering membuatku tersenyum dengan candaannya dan juga bisa membuatku sedih ketika dia merasakan kegalauan yang diceritakannya. Entah mengapa aku mulai merasakan cinta kepadanya, sering kali aku terus ingin berada bersamanya, semua tentangnya mulai merasuk ke pikiranku. Aku mulai berusaha untuk bisa menyukai apa yang dia suka mulai dari warna yang dia suka, makanan yang dia suka sampai hal yang dia tidak sukai pun aku juga rela ingin merasakannya. Aku berbuat begitu dengan bermaksud agar aku mendapatkan perhatian yang lebih dan bisa membuatnya senang.

            Hari demi hari telah kulalui namun tidak sedikitpun usahaku menampakkan hasil. Dia hanya bersikap seperti biasanya. Tapi suatu hari ketika dia bercerita tentang seseorang yang membuatnya merasa nyaman aku mulai merasakan sedikit kecerahan di dalam jiwa. Katanya orang yang bisa membuat kita nyaman itu ketika dia bisa membuat pikiran kita tersenyum, membuat hati kita tersenyum meskipun bibir tidak membahasakan senyuman itu. Aku percaya jika yang telah kulakukan selama ini tidak sia-sia.

            Suatu hari aku tidak pernah bermimpi dan menyangka jika aku bisa jalan berdua dengan seorang wanita. Hari itu aku diajaknya untuk sekedar menemaninya membeli sebuah sepatu yang rencananya akan dipakai ke acara nikah keluarganya dan tentu saja saya juga diajak ikut bersamanya. Hari itu sangat cerah dan mengharuskanku menggunakan pakaian tebal berlengan panjang agar menutupi kulitku dari sengatan sinar matahari tapi itu tiada terasa panasnya ketika berada bersama orang yang kita cintai. Namun lain rasanya ketika panasnya kulit terasa di dalam tubuh maksudku hati. Mungkin aku sedikit cemburu ketika dia mendapat sebuah telepon ajakan makan tapi tetap aku ikut karena bagiku kami adalah sepasang orang yang tak terpisahkan.

            Di suatu tempat dimana seseorang yang mengajak itu kami tiba dan bukan hanya seseorang tapi beberapa orang yang saling mengenal, aku merasa bagaikan orang yang berada sendiri di dunia ini. Seperti biasanya bisikan orang yang menatapku sudah ku anggap hal yang biasa dan aku tetap berbesar hati menerimanya. Tiap orang yang menatapku sinis ku balas dengan senyuman. Aku hanya bisa terdiam dan sesekali tersenyum di tengah orang yang bercanda tanpa menghiraukan keberadaanku bahkan seorang sahabatku tidak begitu memperdulikanku.

            Setelah semua usai kami pulang dan seperti biasanya selepas merasakan kegembiraan sahabatku ini menceritakan kegembiraannya padaku tapi kali ini kegembiraan itu hanya kegembiraan untuknya bukan kegembiraan untukku ketika dia mengatakan jika dia sangat senang mempunyai seorang sahabat seperti aku karena berkat diriku semua perasaan sakit hatinya kepada seseorang bisa terobati dan ketika aku membahasakan perasaanku padanya itu hanya dianggap sebuah perkataan dan yang tak dapat ku sangka ketika selama ini seseoramg yang dia ceritakan padaku bukan diriku dan sungguh terasa sakit ketika aku mengetahui jika selama ini aku hanya sebagai orang yang tidak ada artinya.

            Bahkan aku pernah bertemu dengan orang yang membuatnya bahagia, aku hanya bisa terdiam memendam rasa sakit di hatiku ini. Ketika waktu itu, aku diperkenalkannya kepada seseorang yang dia maksud, walau terasa kecewa namun aku harus tetap tersenyum menyembunyikan kecewaku. Sesaat kemudian suasana berubah ketika orang yang dia banggakan tersebut ternyata juga hanya menganggapnya sebagai sahabat sama halnya yang dia rasakan kepadaku. Bahkan orang yang dia banggakan tersebut juga bercerita tentang pasangannya yang sudah lebih dulu berada di hatinya.

            Aku tau dan aku merasakan apa yang dirasakannya saat ini. Aku tidak ingin menyebut ini adalah sebuah karma atau sebuah kutukan atau kesialan dariku namun aku akan tetap bersabar dan menanti dan akan tetap setia menjadi seorang sahabat untuknya. Karena bagiku mempunyai seseorang yang bisa mengerti dan ingin berbagi denganku adalah suatu anugrah terindah dari tuhan. Aku akan tetap seperti ini hingga keajaiban itu datang kepada manusia albino seperti diriku ini.

           Terimakasih tuhan.. telah menciptakanku ke dunia ini dan juga telah menciptakan seorang sahabat yang ikhlas berbagi denganku.

Kisah ini hanya fiktif semata yang tercipta dari khayalan penulis, jika ada kesamaan, tempat, dan kisah mohon sangat dimaafkan.
Terimakasih.
           




Jumat, 20 Juni 2014

BUKAN HANYA SEKEDAR SEPASANG SAHABAT



            Kita itu adalah sepasang sahabat, kita selalu bersama meskipun kita masing-masing telah mempunyai kekasih. Cerita tentang pacarku maupun tentang pacarmu hampir semua telah terungkap. Kisah tentang bagaimana kamu memperlakukan pacarmu hingga bagaimana kamu memeluk pacarmu dari arah belakang pun telah kamu ceritakan padaku tapi semenjak kita sering tersakiti oleh pasangan aku mulai merasakan perasaan aneh kepadamu, aku merasa kasihan dengan semua apa yang telah dilihat mata ini dan apa yang didengar telinga ini tentang perlakuan pasanganmu terhadapmu. Bukan hanya itu saja, aku merasa jika aku sangat menyayangimu, bagiku kamu adalah seorang idola di mataku, kamu bagaikan seorang sahabat yang bisa mengerti segala apapun tentangku dan kamu juga merasakan apa yang menjadi penyebab sakit yang teramat sakit di dalam hatiku, mengapa tuhan menjadikan kita sebagai seorang sahabat yang mengalami kisah yang seperti ini? Adilkah semua ini untuk kami tuhan?

            Aku selalu bertanya kepada diriku mengapa semua ini terjadi? Haruskah tuhan mempertemukan kami dengan pasangan yang kami cintai namun berpaling dan menjalin cinta dengan pasangan kami sendiri? Yahh.. memang betul sebagian orang bingung dan bertanya apa maksud dari perkataanku.. memang sulit untuk dijelaskan namun kenyataannya pacarku kini berpaling dan menjalin cinta dengan pacar sahabatku sendiri.. dan sekarang aku dan sahabatku saling berdiam diri dalam malu bercampur kesedihan!!

            Pernah suatu ketika aku duduk dan bersandar pada bahu sahabatku, aku mengangkat wajahku sambil menatap wajahnya yang hanya terdiam dengan tatapan kosong menatap pohon yang jauh disana. Tanpa aku sadari aku meneteskan air mata, aku merasakan kesedihannya meskipun dia adalah seorang pria yang tidak mudah meneteskan air mata tapi aku yakin di dalam hatinya merasakan pilu yang teramat dalam.

            Masih dengan tatapan kosongnya, aku merasakan tangan kanannya merangkulku dan semakin mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. Tangan kirinya pun menghapus air mataku tanpa sekalipun memandang ke arah wajahku. Ku tegakkan kepalaku menatap sejajar dengan wajahnya dan dia berbalik menatapku sambil kedua tangannya memegang pipiku yang penuh dengan tetesan air mata. Untuk pertama kalinya aku melihat senyumnya yang menyemangatiku.

            Entah apa yang ada di dalam pikiran kami, mungkin karena kami merasakan hal yang sama tapi ini tak seperti biasanya, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, mungkin karena pertama kalinya wajahku sedekat ini dengan wajahnya. Mungkin dia juga merasakan hal yang sama, aku merasa sangat legah dan nyaman, aku tersenyum dan dia semakin mendekatkan wajahnya padaku, tiba-tiba kesedihan itu sejenak hilang dan aku seketika menutup mata ketika bibirnya tepat menyentuh bibirku dengan lembut. Ciuman itu terasa sangat lama meskipun sebenarnya hanya sesingkat kata yang mengatakan “aku mencintaimu.” Sesaat setelah aku tersadar, aku merasa malu dan segera aku berdiri kemudian meningglkannya tanpa sepatah kata.

            Semenjak tragedi itu aku merasakan perasaan yang aneh, terkadang aku merasa malu dan sering tersenyum ketika mengingat hal itu. Terkadang juga aku merasa malu dan jengkel dengan sikapnya yang memperlakukanku dengan seenaknya. Kini aku merasa sedih, malu dan jengkel namun terkadang merindukan sahabatku itu.

            Suatu hari ketika aku menemuinya bermaksud untuk mengatakan kejengkelanku padanya tapi dia terlebih dahulu bertanya tentang apakah ada yang bisa menjamin apa yang telah dilakukan oleh mantan pasangan kita? Kita adalah sahabat jika ada perasaan suka mengapa bukan dari beberapa tahun yang lalu kita melakukan hal yang dianggap dosa terindah bagi seorang pasangan? Itu yang dikatakannya padaku.

            Sejenak aku terdiam kemudian dengan sedikit nada emosi aku juga bertanya padanya. Apakah sahabat itu harus sampai berciuman menempelkan bibirnya kepada sahabatnya..!!?? Apakah sahabat itu harus merusak persahabatannya dengan melampiaskan dendam kepada orang yang telah menyakitinya!!?? Lagi-lagi aku meneteskan air mata kemudian berbalik bermaksud untuk meninggalkannya namun lagi-lagi kedua tangannya mendekat dan memeluk tubuhku dari belakang, kini sangat terasa tubuhnya yang menempel pada bagian tubuhku dibelakang. Kurasakan tetesan air terjatuh tepat dipundakku, aku melirik wajahnya dan kulihat tetesan air mata keluar dari matanya yang tertutup. Apa yang sebenarnya terjadi tuhan? Aku mohon berikan aku penjelasan tentang semua ini tuhan!!

            Masih dalam dekapannya dia berbisik padaku dengan berkata “Kamu tidak pernah tahu jika selama ini aku bersedih bukan karena tersakiti oleh perasaan namun aku tersakiti oleh harapan,” dengan nada pelan dan tersedu dia melanjutkan “Aku selalu mengharap cintamu namun kau tetap mempertahankannya pada cinta yang lain, cinta yang telah mengkhianatimu.”

            Kata-kata itu seketika menghiangkan emosi dan kesedihanku bahkan membuat jantungku semakin berdebar. Aku berbalik mentapnya dan berkata “Tapi sahabat itu…..” belum sempat ucapanku selesai dia memelukku sambil ku letakkan dahiku tepat dengan dahinya. Matanya yang masih menyisakan air mata menatapku kemudian dia berkata “Aku tidak hanya ingin menjadi sahabatmu, aku tidak hanya ingin menjadi kekasihmu, aku ingin menjadi orang yang selalu berada disisimu hingga rambut ini memutih dan tubuh ini tidak dapat lagi melakukan apa-apa.”

            Mendengar ucapan itu aku merasa jika aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung mempunyai sahabat yang akan menemaniku seumur hidup bahkan untuk selamanya.

            Kini aku dan sahabatku bukan hanya sekedar sepasang sahabat namun kami kini adalah sepasang ayah dan ibu dari anak-anak kami dan kini setiap saat aku dapat merasakan tiap sentuhan bibirnya yang lembut, hembusan nafasnya, tatapan matanya dan merasakan hangatnya pelukan dari tubuhnya. Tak ada yang salah dari ciuman seorang sahabat yang telah menajdi sahabat perjalanan hidup dunia dan akhirat.


NB: Cerita ini hanya cerita fiktif semata yang terlahir dari khayalan penulis.


Tantangan terdahsyat dan terkeren dalam menulis ketika kita mengisahkan peran berbeda gender dan berbeda usia. 

Salam Penulis.

Minggu, 13 April 2014

YANG TAK TERBAHASAKAN



            Aku teringat beberapa tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dan mendengar suaramu, waktu itu kamu terlihat sangat manis dengan postur tubuh yang sedikit mungil dan rambut hitam serta wajah yang putih mulus membuatnya semakin tampan di mataku. Hingga saat ini kita sering kali bersama namun kamu tetap seperti yang dulu ku kenal, senang rasanya bisa mengenalmu.

             Aku adalah wanita yang sedikit berbeda dengan wanita pada umumnya, aku lebih nyaman ketika berpakaian dengan baju kaos lengan panjang, celana jeans yang tidak ketat. Aku juga tidak terbiaa dengan produk-produk yang menawarkan kecantikan wajah. Walaupun sering dibilang tomboy tapi aku adalah wanita muslim yang selalu memakai jilbab dengan gaya sederhana bukan bergaya ala-ala jilbab warna-warni yang di lilit, dilipat dan ditusuk dengan banyak pentul.  Bagiku yang penting bergaya bebas namun sesuai dengan wajah dan tubuhku membuatku nyaman dan tidak merasa tersiksa.

            Teringat suatu hari ketika aku merasa takut bahwa aku akan menyesal jika aku tidak mengatakan perasaanku padamu, tapi aku adalah seorang wanita dan tak mungkin rasanya jika aku mengatakan kepadamu. Saat itu aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku menyesal atas pertemuan ini, aku merasa sedikit kecewa ketika aku mengetahui jika saat itu dia sudah mempunyai seseorang yang mengisi hatinya.

Aku tahu, kamu berpikir bahwa aku tidak seharusnya mencintaimu. Aku mencoba untuk menyembunyikannya, tapi tetap seperti itu.. rasa ini selalu muncul di dalam dadaku, rasa yang membuat bibirku sesekali tersenyum ketika melihat tingkahmu yang selalu ceria.  Senyuman bibirmu serta wajahmu yang polos bahkan masih dapat terlihat ketika aku menutup mata. Aku juga tahu perasaanmu padaku, tidak sedikit orang yang mengatakan jika aku dan kamu memiliki beberapa kesamaan bahkan di depan kita mereka berkata jika aku dan kamu itu serasi, semua orang pun merestui dan semua orang pun mengetahui jika diantara kita ada bahasa yang tak terucap, semua orang melihat jika tatapan ikhlas dan senyum ketulusan ini yang membahasakannya.

Mengapa jantung bodohku ini selalu berdebar? Mengapa ingatan tolol ini selalu memuat rekaman kenangan keseharianku denganmu? Mengapa bibir mungilku ini tersenyum ketika merasakan debaran jantungku? Aku heran namun juga merasa aneh sendiri, pernah beberapa kali aku merasakan jatuh cinta namun ini pertama kalinya aku tidak dapat menafsirkan sesuatu yang ada di dalam diriku. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Atau hanya diriku yang merasakan hal ini?

Kita selalu membahasakan perasaan dengan cara bercanda di depan beberapa orang dengan mengumpamakan sesuatu atau dengan jelas mengumpamakan itu adalah kita namun hanya tampak senyum candaan dari kita. Aku tahu semua yang kau ucapkan bukanlah candaan dan kamu juga tahu akan hal itu.

Aku tahu dan aku takut bahwa aku akan menyesal jika aku tidak mengatakan itu tapi… aku katakan dari awal bahwa aku menyesal dengan pertemuan ini. Aku sesali bertemu denganmu disaat kamu telah menjadi miliknya. Mengapa tuhan mempertemukan kita disaat kita telah memiliki seseorang yang terlebih dahulu mengisi hati kita? Sering juga aku bertanya dalam hati tentang apa yang kamu pikirkan ketika aku mulai berpikir untuk bisa selalu bersamamu. Tapi sudahlah, biarkan ini menjadi rahasia antara aku dan kamu. Tetaplah seperti itu, bahagialah bersamanya dan aku juga akan bahagia bersamanya. Merasakan kebahagiaanmu juga bahagia untukku dan aku tahu kamu juga berpikir seperti itu.  Aku akan terus menggenggam erat kenangan dan perasaan ini itu adalah janji yang tak terbahasakan dariku untukmu.


Selasa, 25 Maret 2014

KEMBALI MERINDU






            Ketika aku mengingat tentangmu rasanya ingin mengulang semua apa yang pernah kita lewati bersama. semua tentang senyummu ketika tiap kali kamu menatapku, tentang cerita curhatanmu ketika kamu mengalami hal lucu atau curhatanmu yang menurutmu membuatmu galau, tentang keluhanmu ketika kamu tidak suka dengan orang-orang di sekitarmu, tentang bagaimana kamu yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahmu yang sedikit aneh dan sedikit gila. Semua itu membuatku ingin memelukmu, menarik rambutmu dan juga ingin rasanya menarik hidungmu yang mancung serta mencubit pipimu sekeras-kerasnya.

            Tapi kini kamu berada jauh dariku, ini sudah ketiga kalinya kita berpisah dengan jarak yang sangat jauh. Aku teringat disaat pertama kalinya kita merasakan hubungan jarak jauh, rasanya sehari itu bagaikan seminggu, tak ada kabar darimu dalam sehari membuatku resah dan khawatir denganmu, saling mengingatkan dan saling percaya yang membuat kita bertahan pada saat itu. Disaat kita menjalani hubungan jarak jauh yang kedua kalinya saat itu kamu pergi sangat jauh dariku dengan alasan kuliah di tempat yang dulu sangat kamu impikan dan juga aku kuliah di tempat yang menurutku bagus untuk diriku ini. Rasa jenuh dan rasa curiga pun mulai merasuk ke dalam diri pikiranku, aku selalu berpikir jika kamu akan dimiliki orang lain dan aku juga mulai merasakan jika jarak hati dan pikiran kita sudah mulai tidak seperti biasanya lagi.

            Hampir setiap hari aku marah padamu dengan masalah yang sama, masalahnya hanya karena kamu tidak lagi banyak mempertanyakan tentang hari-hariku bahkan kamu tidak lagi sesering dulu menelpon ataupun mengirim sms tentang kabarmu disana. Sampai akhirnya aku menuduhmu mempunyai kekasih disana tapi kamu hanya menganggap aku bercanda dan kamu menganggapku marah hanya sekedar marah tanpa meperdulikan persaanku. Kamu terlalu sibuk dengan kegiatan kampus, dengan organisasi, dengan lembaga, dengan mahasiswa baru tiap tahunnya dan hanya peduli dengan keceriaan bersama teman-temanmu sampai kamu melupakan jika ada seseorang yang merindukanmu dan sangat ingin perhatian darimu.

            Saat itu aku memutuskan ingin mengakhiri hubungan kita karena aku menganggap jika aku terus begini maka kita tidak akan bisa merasakan kebersamaan kita yang seperti dulu lagi. Disaat aku mnginginkan untuk mengakhiri hubungan kita kamu malah tidak menginginkannya dan aku memutuskan untuk bertahan dan menunggumu kembali.

            Tiba saatnya ketika kami hampir menyelesaikan studi, kami pun mengatur rencana untuk bertemu. Setelah sekian lama tidak bertemu rasa rindu bercampur haru mulai terasa didalam dadaku. Tak lama kemudian akhirnya hari itu telah tiba dimana kita bisa bertemu. Aku menatapmu sambil ku pegang tanganmu, aku melihat kesedihan di wajahmu saat itu, kamu terlihat kurus namun wajahmu begitu bersih dan senyum dan tatapanmu sama sekali tidak berubah. Saat itu Aku merasa sangat bahagia bisa berjumpa denganmu.

            Hari-haripun berlalu dan kamu tetap sama seperti yang dulu. Aku merasa sedikit menyesal dengan semua yang pernah ku pikirkan tentangmu. Suatu ketika aku merasa khawatir denganmu ketika aku mendapat kabar jika kamu sakit dan dirawat di rumah sakit. Dengan perasaan yang khawatir aku menuju ke rumah sakit namun ternyata kamu tetap saja bercanda dan mengejekku ketika aku panik dan menanyakan keadaanmu.

            Awalnya aku tidak pernah tahu mengapa kamu bisa terbaring diatas tempat tidur besi dengan seprai putih itu. Ketika aku bertanya padamu kamu hanya menjawab hanya karena lelah makanya kamu bisa berada di tempat itu, begitu pula ketika aku menanyakan kepada setiap orang yang datang menjengukmu. Terkadang aku juga merasa heran melihatmu berhari-hari terbaring dan semakin lemas. Entah mengapa hari itu aku meneteskan air mata dan ku beranikan diri untuk menanyakan kepadamu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

            Aku mengingat senyumanmu dengan bibir yang pucat saat itu kamu memegang tanganku dan bercerita tentang penyakit yang selama ini aku tidak pernah mengetahuinya. Saat itu aku belum tahu tentang penyakit yang bernama Lupus itu, aku hanya beranggapan jika itu hanya istilah dalam kedokteran yang mungkin saja artinya pasien yang kelelahan namun ternyata setelah aku mencari tahu tentang penyakit itu aku pun tak berdaya menahan kesedihan ketika aku mengetahui jika Lupus itu salah satu penyakit yang mematikan.

            Setelah saat itu beberapa hari kemudian aku hanya bisa melihatmu terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri. Aku selalu tersenyum dan memberimu semangat walaupun air mata ini tidak dapat tertahankan.

            Suatu hari saat itu aku melihat tepat di depan mataku semua orang yang berada di sekitarku menangis mengeluarkan air mata dan aku tahu dan aku melihat jika orang yang aku sayangi telah pergi untuk selamanya. Ketika aku mengetahui jika orang yang aku sayangi telah pergi untuk selamanya aku tetap tersenyum dengan harapan jika semua ini tidak nyata sampai akhirnya aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Sesaat kemudian aku membuka mata dan beberapa orang memelukku dengan tangisan air mata. Aku tak kuasa menahan kesedihan yang sangat dalam. Aku tidak menyalahkan tuhan, aku tidak menyalahkan siapa-siapa jika memang ini takdir yang harus aku jalani aku harus menerimanya meskipun dengan kepedihan yang tak berujung.

            Kini aku harus menjalani hubungan jarak jauh yang ketiga kalinya denganmu, tapi kali ini kamu benar-benar tidak akan lagi memberi tahu kabarmu disana, kini aku tidak dapat mendengar suaramu lewat telpon, aku tidak akan lagi melihat senyummu dan candaanmu serta ejekanmu padaku. Aku merindukanmu.. apakah kamu baik-baik saja disana? Apakah kamu punya teman baru disana? Apakah kamu merindukanku disana? Dan apakah kamu merasakan apa yang kurasakan tiap kali aku menginngat tentangmu?

            Aku sangat menyesali keegoisanku padamu yang dulu, kamu dengan sabar bisa menghadapi sifat keras hatiku ini. Meskipun harus menunggu puluhan tahun lamanya kelak suatu saat aku akan menjumpaimu.

            Aku merindukanmu… aku merindukan semua tentang senyummu ketika tiap kali kamu menatapku, tentang cerita curhatanmu ketika kamu mengalami hal lucu atau curhatanmu yang menurutmu membuatmu galau, tentang keluhanmu ketika kamu tidak suka dengan orang-orang di sekitarmu, tentang bagaimana kamu yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahmu yang sedikit aneh dan sedikit gila. Aku ingin sekali lagi bisa memelukmu….


Cerita ini hanya cerita fiktif belaka yang terlahir dari khayalan dan kesendirian penulis. Jika ada kesamaan kisah atau tempat mohon dimaafkan.