Contact : 085255495033 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Jumat, 31 Juli 2015

UNTUKMU (Wanita Berbadan Mungil Dengan Tingkah Aneh Yang Suka Banyak Bergerak)

       

            Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Hey.. wanita berbadan mungil dengan tingkah aneh yang suka banyak bergerak..!!  Sudah cukup lama aku tidak mendengar suaramu, beberapa pesan dan sapaanmu di media sosial juga sudah jarang kamu kirimkan padaku. Terkadang kamu membalas pesanku dengan singkat bahkan dengan kata yang sedikit jutek. Apakah kamu sibuk disana? Apakah sudah ada orang yang lain? Begitu cepatnya kah kamu berubah? Hahaha… maaf.. aku lupa, aku ini bukan siapa-siapamu.. segala hak untuk memperhatikan dan mengurusi hidupmu bukanlah urusanku.

Bagaimana kabar para sahabatmu? Yang dulu keseruan kalian pernah kamu ceritakan. Aku titip salam pada mereka. Titip salam juga untuk pria yang pernah kamu ceritakan padaku. Apakah kamu disana pernah memikirkanku? Atau memikirkan hal yang pernah kita lakukan bersama? apakah disana kamu juga tersenyum jika mengingat kebodohan dan kebersamaan yang memalukan kita saat itu? Kalau kamu lupa tenang saja aku masih mengingatnya dalam pikiranku yang telah menjadi kenangan yang membisu , menjadi pembisik rindu saat aku mengingatmu.

Siapa pria yang bersamamu saat ini? Pria yang ada di dalam hatimu? Betapa beruntungnya dia bisa memilikimu, betapa senangnya dia bisa menjadi penyebab tawa bagimu, dan betapa serunya dia bisa bercanda dan masuk ke dalam hidupmu. Bukan seperti aku yang mengendap-endap masuk ke dalam hatimu, lalu menyesal telah melakukan kebodohan itu.

Pernah beberapa kali aku merindukanmu bahkan menyebut namamu dalam doa dan memikirkanmu saat doa ku mengalir melalui ucapan bibirku. Bolehkah aku melakukan hal seperti yang kamu sukai dari pria lain? Bolehkah aku merindukanmu, mencintaimu, memperhatikan dan mendoakanmu? Masih bolehkah aku menghubungimu secara berkala? Masih bolehkah aku merindukanmu meskipun kau telah bersama dia?

Saat itu kita memang belum pernah bertemu, kita memang belum pernah saling menggenggam tangan, kita belum pernah saling menatap, kita belum pernah saling berpeluk, tapi sadarkah kamu kalau cerita kita begitu nyata? Saling bercanda dan mencela tapi menyenangkan serta menyisahkan kenangan. Kini aku benar-benar merasa kehilangan.

Hey.. wanita berbadan mungil dengan tingkah aneh yang suka banyak bergerak..!! bisakah kamu berhenti menjual baying-bayang? Aku benci ketika harus terus mengingatmu ketika bahkan kutahu kau tak pernah mengingatku! Aku takut.. aku takut ketika harus memikirkanmu ketika bahkan kusadar kau tak memikirkanku.. saat ini aku dipermainkan oleh kenangan, aku tak dapat mengendalikan perasaan, saat ini aku yang dikendalikan oleh perasaan..

Aku pernah mencoba untuk melupakan sosokmu dan menghapus semua tentangmu. Aku selalu berharap untuk tidak lagi merindukanmu namun aku terlalu lemah untuk bisa melupakanmu.
Salam dariku, seorang pria yang telah mengendap-endap memasuki kehidupanmu.

Cerita ini hanya fiktif belaka, jika terjadi kesamaan itu artinya bukan kebetulan..

Dosa Ini Terlalu Indah Untuk Dilupakan





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Tidak pernah ku sangka hati keras dan tak peduli tentang cinta ini bisa luluh oleh mu, hatiku yang dulu dingin oleh perhatian seorang wanita kini dapat tersenyum. Harus aku katakan kepadamu bahwa ada cinta yang lain yang lebih dulu menetap di dalam hatiku dan itu menjadi salah satu alasan mengapa selama ini aku menutup hati kepada cinta yang lain. Tapi entah mengapa kamu itu berbeda, kita tak saling mengenal dan tak saling sapa namun seperti ada komunikasi antara perasaan yang sama. Saat ku coba untuk mengenalmu tidak butuh waktu lama untuk bisa mengakrabkan diri denganmu, sudah cukup lama sejak saat itu kita berteman disalah satu media soisal namun tak pernah sekalipun aku ataupun kamu mencoba untuk saling menyapa hingga akhirnya untuk pertama kali dalam hidupku aku merasakan bibir, hidung bahkan tenggorokan ini perlahan tersenyum ketika kamu menyapa ku di salah satu akun media sosial milikmu. Harus kuakui bahwa selama ini aku memperhatikanmu walaupun hanya sebatas media sosial, semua tulisan aktifitas dan berbagai fotomu jarang ku lewatkan.

Tahukah kamu disaat pertama kali kamu menyapaku, rasanya tarikan nafas dan hembusan nafasku ini tidak dapat berjalan secara otomatis, butuh beberapa waktu untuk bisa melupakan bahwa aku bernafas secara sadar sambil tersenyum karenamu. Akupun tidak butuh berhari-hari untuk bisa bercanda lepas denganmu, kita tak pernah bertemu namun kita akrab bagaikan orang yang sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya. Hingga tiba suatu saat dimana pertama kali aku bertemu denganmu, saat itu kamu terlihat begitu cantik meskipun dengan wajah yang tampak lelah dan sedikit kusam. Aku memberanikan diri untuk menyapamu meskipun dengan cara bercanda, di dalam hati aku merasa malu namun juga ingin menyapa dan mendengar suaramu. Memang tidak butuh waktu lama untuk bisa mengakrabkan diri denganmu meskipun itu singkat tapi rasanya lebih dari cukup bagiku untuk bisa menatapmu secara diam dan bisa menyentuh tanganmu.

Disaat aku berusaha mencoba untuk sejenak melupakanmu namun selalu saja aku tidak berhasil. Aku mencoba meyakinkan diriku jika ini hanyalah rasa ingin memiliki, aku sadar jika kita tidak saling membutuhkan dan aku sangat menyadari jika akan ada hati yang terluka diantara kita jika tetap seperti ini. Aku memutuskan untuk tidak berharap pada keinginan yang tak akan pernah menjadi kenyataan. Namun setelah beberapa saat kita tidak saling menyapa tiba-tiba kamu mengucapkan kata rindu kepadaku meskipun itu hanya sebuah candaan bagimu namun bagiku itu nyata. Aku tak dapat berkata banyak, hanya ucapan terimakasih yang dapat ku katakan kepadamu karena aku tak pantas untuk dirindukan dan sangat tak pantas untuk masuk ke dalam hidupmu.

Setelah beberapa waktu berlalu aku tetap meyakinkan diriku untuk menjaga perasaan kepadamu dan aku memutuskan untuk mengakhiri semua ini dengan cara mengajakmu bertemu dan berbicara berdua, aku berharap setelah pertemuan ini kita bisa saling melupakan. Di hari pertemuan itu hanya ada aku dan kamu, masih saja kamu terlihat cantik. tingkahmu yang selalu ceria dan banyak bergerak membuatku selalu tersenyum menatapmu. Mulutku serasa terbunkam membisu tak dapat mengatakan untuk mengakhiri semua ini ketika kamu bercerita tentang kisah cinta dan perjodohanmu. Aku menyimak semua kisahmu dan aku mencoba untuk tetap menjawab dengan nada bercanda meskipun ada sedikit rasa sedih karena ingin berpisah denganmu. Saat  itu kamu juga berkata jika setelah hari ini kita tidak akan bertemu untuk waktu yang lama dengan alasan kamu ingin melanjutkan study di tempat yang cukup jauh. Aku tetap menyimak semua perkataanmu hingga akhirnya tanpa sadar tangan ini menyentuhmu dan merangkulmu. Kamu terlihat biasa saja ketika aku merangkulmu bahkan kamu berbalik memelukku dengan erat sambil menggoyangkan tubuhku dan kamu berkata jika tubuhku ini sangat kecil dan mungil berbeda dengan pasanganmu yang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan lebih berisi. Walaupun tubuhku berada di dalam pelukanmu namun aku menyadari jika kita berdua tidak memiliki rasa untuk saling memiliki bahkan nafsu untuk saling berpelukanpun mungkin saj tidak kita rasakan.

Tahukah kamu apa yang kurasa disaat tanganku memelukmu? Aku tidak merasakan cinta, rasa ingin memiliki ataupun rasa yang aneh. Aku hanya merasakan kesedihan dan penyesalan, aku merasa sedih karena pertemuan ini singkat, perkenalan ini singkat namun sangat berkesan bagiku, aku merasa sangat menyesal mengapa baru saat ini aku bisa mengenalmu, mengapa saat itu kamu tidak berada disini? Dalam hati aku hanya dapat berkata terimakasih karena kamu telah mengizinkan aku untuk hadir dan menjadi salah satu bagian dalam kisah hidupmu.

Hembusan nafas darimu dapat kurasakan karena jarak antara kedua matamu sangatlah dekat dengan kedua mataku, saat ku tatap matamu kamu sedikit tersenyum sambil menutup mata, entah apa arti dari detak jantung ini yang berdetak tidak seperti biasanya. Tanpa berpikir panjang tiba-tiba bibir ini ingin menyentuh keningmu, maka saat itu juga bibir ini menempel tepat di keningmu, aku merasakan sesuatu yang aneh entah apa definisi dari rasa itu dan aku berharap kamu tidak merasakan hal yang sama.

Setelah beberapa saat berlalu aku kembali mengajakmu bercerita dengan nada bercanda, begitupula dengan dirimu yang menanggapiku dengan candaan. Aku teringat ketika kamu mengatakan jika kamu tidak mempunyai rasa lagi dengan seorang pria bahkan denganku pun kamu tidak memiliki rasa, aku selalu berharap semoga perkataan itu benar. Dari awal aku takut jika suatu saat nanti aku mempunyai perasaan lebih dari rasa suka terhadapmu, aku takut jika suatu saat aku berharap dan menginginkanmu yang tak mungkin kumiliki.

Tidak lama setelah kita bercerita aku merasa jika hanya beberapa saat denganmu membuatku merasakan lebih dari senang. Terkadang sesekali kamu tiba-tiba memelukku disaat kamu duduk di sampingku, katamu aku bagaikan anak kecil dan sesekali pula aku membalasnya dengan pelukan candaan tapi sebenarnya aku terharu dan sedikit gembira tanpa merasakan nafsu bisa bercanda bersentuhan denganmu. Setelah semua pembicaraan dan candaan kita selesai, disaat aku ingin mengantarkanmu kembali ke rumah, dengan perasaan senang dan sedikit terharu aku memberanikan diri untuk memelukmu dan berharap pelukan ini menjadi yang terakhir, sepertinya kamu juga merasakan hal yang sama, sambil memelukku erat kamu menatap tepat di hadapan mataku, sekali lagi ku rasakan hembusan nafasmu hingga akhirnya jarak bibir yang saling berdekatan ini tersentuh dan aku merasakan lembutnya bibirmu, aku menatapmu yang berada sangat dekat denganku, kamu tetap terlihat cantik meskipun sedang terpejam, akupun memejamkan mata sambil merasakan detak jantungmu yang sedikit lebih cepat, hembusan nafasmu yang hangat juga kurasakan serta bibir yang terasa dingin itu juga tetap kurasakan.

Setelah kejadian hari itu aku merasakan sesuatu di dalam hatiku yang sangat sulit untuk aku definisikan, mungkin aku merasakan suka kepadamu namun ini bukan rasa suka seperti jatuh cinta, bukan pula rasa suka karena nafsu, telah ku katakan padamu tentang keanehan yang kurasa namun kamu menjawab itu tidak mungkin dan kamu berkata jika itu hanya perasaanku saja, yah.. semoga yang kamu katakan itu benar dan semoga kamu tidak merasakan seperti apa yang ku rasa saat ini.

Aku selalu berharap setelah ini, setelah kita berpisah semoga kita melupakan dosa yang cukup indah ini, meskipun ini sangat sulit bagiku namun aku yakin kamu bisa melupakanku dan kisah ini. Tetaplah setia kepadanya dan aku juga demikian. Di dalam hati aku berjanji takkan lagi sering atau setiap hari menghubungimu. Semoga tingkah dan cara bercandamu tetap seperti ini dan semoga kamu tidak merasa marah dan benci padaku atas semua yang pernah kulakukan padamu. Maaf jika aku masuk ke dalam hidupmu tanpa alasan dan terimakasih telah membuat hati yang keras dan beku ini mengerti arti sebuah perkenalan juga arti persahabatan. Jika tuhan mengkhendaki kita akan dipertemukan lagi suatu saat nanti tanpa harus terlebih dahulu merencanakan pertemuan.

Cerita ini hanya fiktif belaka jika ada beberapa kesamaan ini memang disengaja oleh penulis…