Contact : 085255495033 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Selasa, 19 Februari 2013

Buat Seseorang



Suatu hari ketika hujan turun membasahi bumi, Aku menatap setiap tetesan hujan itu dan aku merasakan seperti telah mengalami hal ini, entah kapan dan dimana. Aku merasa jika ini hanya sebuah dejavu tapi aku berusaha mengingat kembali dan ternyata ini bukanlah sebuah dejavu. Ini nyata, aku pernah menatap hujan dengan posisi berdiri di depan sebuah pintu namun itu bersama seseorang. Sesorang yang dulu pernah mengisi hatiku, seseorang yang kini entah berada dimana.

Aku sedikit bisa tersenyum legah setelah beberap hari ini merasakan gundah bercampur nestapa yang aku sendiri tidak mengetahui sebab dan datangya darimana. Kini aku mengerti atas jawaban semua itu, aku hanya merindukan seseorang yang terlupakan. Mungkin saja dia juga merasakan hal yang sama ketika melihat tetesan hujan ini. Ingin ku sampaikan sebuah kata untuknya melalui tulisan ini dan ini untukmu seseorang yang pernah mengisi hatiku.

Aku merasakan hatiku seperti dipenuhi oleh namamu
Setiap tarikan nafasku terasa kesedihan yang mendalam
Setiap hembusan nafasku terasa sebuah penyesalan
Dan disetiap aku menutup mata selalu terbayang wajah dan bibirmu yang mungil


Aku masih bisa merasakan suara dan nada bicaramu
Aku juga masih bisa mengingat beberapa tingkahmu yang aneh
Tatapanmu yang mengarah padaku selalu diiringi oleh senyuman
Ketika aku menyadari tatapanmu kau selalu mengalihkan dan merasa malu sendiri


Kini aku merindukan dirimu
Maaf telah melupakanmu selama ini
Bertahun-tahun lamanya kita tidak saling menatap dan berucap kata
Aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu
Dan disaat itulah jawaban atas nestapamu akan ku jawab


Mungkin saja aku adalah satu-satunya orang yang tidak akan dia lupakan. Bukan karena wajahku tapi karena tindakanku yang tiba-tiba meninggalkannya waktu itu. Bukan tanpa alasan aku meninggalkannya namun ada satu hal yang tidak pernah tersampaikan dan sangat sulit mengatakannya waktu itu.

Ketika aku bertemu lagi dengannya akan ku sampaikan alasan dan jawaban atas nestapa yang dia rasakan. Namun jika takdir berkata lain maka aku akan menuliskannya disini.

Buat seseorang,

Maaf telah membuatmu bersedih dan merasa nestapa, aku memutuskan mengakhiri hubungan kita karena beberapa alasan.  Waktu itu aku merasa jika aku akan merusak persahabatanmu dengan sahabat-sahabatmu jika suatu saat aku hanya ingin hari-hariku berdua denganmu. Waktu itu aku menjauh dan sering menghindar darimu bukan karena aku tidak membutuhkan atau tidak suka denganmu tapi aku hanya ingin membiarkanmu merasakan indahnya harimu jika suatu saat tanpa diriku, aku hanya ingin itu sesaat namun kamu menganggapnya untuk selamanya.

Suatu hari aku pernah membuka dan membaca catatan di hanphone milikmu, kau mengucapkan rasa syukur karena telah mendapatkan seseorang yang perhatian, baik dan sayang padamu dan orang itu adalah aku. Tahukah kau jika saat itu aku merasa sangat bahagia dan ku ucapkan janji di hati untuk akan terus bersamamu.

Ketika aku berharap kau akan mengerti dengan maksudku dan mulai ingin kembali menjalani hari bersamamu kau ternyata telah berdua dengannya, semua harapanku jauh dari kenyataan, semua inginku, semua rasaku dan semua yang aku pikirkan terasa kosong dan hampa.

Tanpa ada kata perpisahan yang terucap dariku ataupun darimu kini kita tak lagi bersama. Aku akan selalu bersedia menunggumu untuk menjalani hari-hariku hingga usia senja menghampiriku dan aku sangat bersedia menjadi apapun yang engkau minta selama nafasku masih berhembus. Itu semua akan kulakukan jika seandainya orang yang pernah menjalin kasih denganmu bukanlah Sahabatku.

Tetaplah tersenyum, semoga kau merindukanku disana.
Pengakuan seorang teman Pria > 20 tahun yang namanya Hendri tidak ingin disebutkan.