Contact : WA 089653002233 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Jumat, 20 Juni 2014

BUKAN HANYA SEKEDAR SEPASANG SAHABAT



            Kita itu adalah sepasang sahabat, kita selalu bersama meskipun kita masing-masing telah mempunyai kekasih. Cerita tentang pacarku maupun tentang pacarmu hampir semua telah terungkap. Kisah tentang bagaimana kamu memperlakukan pacarmu hingga bagaimana kamu memeluk pacarmu dari arah belakang pun telah kamu ceritakan padaku tapi semenjak kita sering tersakiti oleh pasangan aku mulai merasakan perasaan aneh kepadamu, aku merasa kasihan dengan semua apa yang telah dilihat mata ini dan apa yang didengar telinga ini tentang perlakuan pasanganmu terhadapmu. Bukan hanya itu saja, aku merasa jika aku sangat menyayangimu, bagiku kamu adalah seorang idola di mataku, kamu bagaikan seorang sahabat yang bisa mengerti segala apapun tentangku dan kamu juga merasakan apa yang menjadi penyebab sakit yang teramat sakit di dalam hatiku, mengapa tuhan menjadikan kita sebagai seorang sahabat yang mengalami kisah yang seperti ini? Adilkah semua ini untuk kami tuhan?

            Aku selalu bertanya kepada diriku mengapa semua ini terjadi? Haruskah tuhan mempertemukan kami dengan pasangan yang kami cintai namun berpaling dan menjalin cinta dengan pasangan kami sendiri? Yahh.. memang betul sebagian orang bingung dan bertanya apa maksud dari perkataanku.. memang sulit untuk dijelaskan namun kenyataannya pacarku kini berpaling dan menjalin cinta dengan pacar sahabatku sendiri.. dan sekarang aku dan sahabatku saling berdiam diri dalam malu bercampur kesedihan!!

            Pernah suatu ketika aku duduk dan bersandar pada bahu sahabatku, aku mengangkat wajahku sambil menatap wajahnya yang hanya terdiam dengan tatapan kosong menatap pohon yang jauh disana. Tanpa aku sadari aku meneteskan air mata, aku merasakan kesedihannya meskipun dia adalah seorang pria yang tidak mudah meneteskan air mata tapi aku yakin di dalam hatinya merasakan pilu yang teramat dalam.

            Masih dengan tatapan kosongnya, aku merasakan tangan kanannya merangkulku dan semakin mendekatkan tubuhku ke tubuhnya. Tangan kirinya pun menghapus air mataku tanpa sekalipun memandang ke arah wajahku. Ku tegakkan kepalaku menatap sejajar dengan wajahnya dan dia berbalik menatapku sambil kedua tangannya memegang pipiku yang penuh dengan tetesan air mata. Untuk pertama kalinya aku melihat senyumnya yang menyemangatiku.

            Entah apa yang ada di dalam pikiran kami, mungkin karena kami merasakan hal yang sama tapi ini tak seperti biasanya, jantungku berdetak lebih cepat dari biasanya, mungkin karena pertama kalinya wajahku sedekat ini dengan wajahnya. Mungkin dia juga merasakan hal yang sama, aku merasa sangat legah dan nyaman, aku tersenyum dan dia semakin mendekatkan wajahnya padaku, tiba-tiba kesedihan itu sejenak hilang dan aku seketika menutup mata ketika bibirnya tepat menyentuh bibirku dengan lembut. Ciuman itu terasa sangat lama meskipun sebenarnya hanya sesingkat kata yang mengatakan “aku mencintaimu.” Sesaat setelah aku tersadar, aku merasa malu dan segera aku berdiri kemudian meningglkannya tanpa sepatah kata.

            Semenjak tragedi itu aku merasakan perasaan yang aneh, terkadang aku merasa malu dan sering tersenyum ketika mengingat hal itu. Terkadang juga aku merasa malu dan jengkel dengan sikapnya yang memperlakukanku dengan seenaknya. Kini aku merasa sedih, malu dan jengkel namun terkadang merindukan sahabatku itu.

            Suatu hari ketika aku menemuinya bermaksud untuk mengatakan kejengkelanku padanya tapi dia terlebih dahulu bertanya tentang apakah ada yang bisa menjamin apa yang telah dilakukan oleh mantan pasangan kita? Kita adalah sahabat jika ada perasaan suka mengapa bukan dari beberapa tahun yang lalu kita melakukan hal yang dianggap dosa terindah bagi seorang pasangan? Itu yang dikatakannya padaku.

            Sejenak aku terdiam kemudian dengan sedikit nada emosi aku juga bertanya padanya. Apakah sahabat itu harus sampai berciuman menempelkan bibirnya kepada sahabatnya..!!?? Apakah sahabat itu harus merusak persahabatannya dengan melampiaskan dendam kepada orang yang telah menyakitinya!!?? Lagi-lagi aku meneteskan air mata kemudian berbalik bermaksud untuk meninggalkannya namun lagi-lagi kedua tangannya mendekat dan memeluk tubuhku dari belakang, kini sangat terasa tubuhnya yang menempel pada bagian tubuhku dibelakang. Kurasakan tetesan air terjatuh tepat dipundakku, aku melirik wajahnya dan kulihat tetesan air mata keluar dari matanya yang tertutup. Apa yang sebenarnya terjadi tuhan? Aku mohon berikan aku penjelasan tentang semua ini tuhan!!

            Masih dalam dekapannya dia berbisik padaku dengan berkata “Kamu tidak pernah tahu jika selama ini aku bersedih bukan karena tersakiti oleh perasaan namun aku tersakiti oleh harapan,” dengan nada pelan dan tersedu dia melanjutkan “Aku selalu mengharap cintamu namun kau tetap mempertahankannya pada cinta yang lain, cinta yang telah mengkhianatimu.”

            Kata-kata itu seketika menghiangkan emosi dan kesedihanku bahkan membuat jantungku semakin berdebar. Aku berbalik mentapnya dan berkata “Tapi sahabat itu…..” belum sempat ucapanku selesai dia memelukku sambil ku letakkan dahiku tepat dengan dahinya. Matanya yang masih menyisakan air mata menatapku kemudian dia berkata “Aku tidak hanya ingin menjadi sahabatmu, aku tidak hanya ingin menjadi kekasihmu, aku ingin menjadi orang yang selalu berada disisimu hingga rambut ini memutih dan tubuh ini tidak dapat lagi melakukan apa-apa.”

            Mendengar ucapan itu aku merasa jika aku adalah seorang wanita yang sangat beruntung mempunyai sahabat yang akan menemaniku seumur hidup bahkan untuk selamanya.

            Kini aku dan sahabatku bukan hanya sekedar sepasang sahabat namun kami kini adalah sepasang ayah dan ibu dari anak-anak kami dan kini setiap saat aku dapat merasakan tiap sentuhan bibirnya yang lembut, hembusan nafasnya, tatapan matanya dan merasakan hangatnya pelukan dari tubuhnya. Tak ada yang salah dari ciuman seorang sahabat yang telah menajdi sahabat perjalanan hidup dunia dan akhirat.


NB: Cerita ini hanya cerita fiktif semata yang terlahir dari khayalan penulis.


Tantangan terdahsyat dan terkeren dalam menulis ketika kita mengisahkan peran berbeda gender dan berbeda usia. 

Salam Penulis.

Minggu, 13 April 2014

YANG TAK TERBAHASAKAN



            Aku teringat beberapa tahun yang lalu ketika pertama kalinya aku melihat dan mendengar suaramu, waktu itu kamu terlihat sangat manis dengan postur tubuh yang sedikit mungil dan rambut hitam serta wajah yang putih mulus membuatnya semakin tampan di mataku. Hingga saat ini kita sering kali bersama namun kamu tetap seperti yang dulu ku kenal, senang rasanya bisa mengenalmu.

             Aku adalah wanita yang sedikit berbeda dengan wanita pada umumnya, aku lebih nyaman ketika berpakaian dengan baju kaos lengan panjang, celana jeans yang tidak ketat. Aku juga tidak terbiaa dengan produk-produk yang menawarkan kecantikan wajah. Walaupun sering dibilang tomboy tapi aku adalah wanita muslim yang selalu memakai jilbab dengan gaya sederhana bukan bergaya ala-ala jilbab warna-warni yang di lilit, dilipat dan ditusuk dengan banyak pentul.  Bagiku yang penting bergaya bebas namun sesuai dengan wajah dan tubuhku membuatku nyaman dan tidak merasa tersiksa.

            Teringat suatu hari ketika aku merasa takut bahwa aku akan menyesal jika aku tidak mengatakan perasaanku padamu, tapi aku adalah seorang wanita dan tak mungkin rasanya jika aku mengatakan kepadamu. Saat itu aku mengatakan pada diriku sendiri bahwa aku menyesal atas pertemuan ini, aku merasa sedikit kecewa ketika aku mengetahui jika saat itu dia sudah mempunyai seseorang yang mengisi hatinya.

Aku tahu, kamu berpikir bahwa aku tidak seharusnya mencintaimu. Aku mencoba untuk menyembunyikannya, tapi tetap seperti itu.. rasa ini selalu muncul di dalam dadaku, rasa yang membuat bibirku sesekali tersenyum ketika melihat tingkahmu yang selalu ceria.  Senyuman bibirmu serta wajahmu yang polos bahkan masih dapat terlihat ketika aku menutup mata. Aku juga tahu perasaanmu padaku, tidak sedikit orang yang mengatakan jika aku dan kamu memiliki beberapa kesamaan bahkan di depan kita mereka berkata jika aku dan kamu itu serasi, semua orang pun merestui dan semua orang pun mengetahui jika diantara kita ada bahasa yang tak terucap, semua orang melihat jika tatapan ikhlas dan senyum ketulusan ini yang membahasakannya.

Mengapa jantung bodohku ini selalu berdebar? Mengapa ingatan tolol ini selalu memuat rekaman kenangan keseharianku denganmu? Mengapa bibir mungilku ini tersenyum ketika merasakan debaran jantungku? Aku heran namun juga merasa aneh sendiri, pernah beberapa kali aku merasakan jatuh cinta namun ini pertama kalinya aku tidak dapat menafsirkan sesuatu yang ada di dalam diriku. Apakah kamu juga merasakan hal yang sama? Atau hanya diriku yang merasakan hal ini?

Kita selalu membahasakan perasaan dengan cara bercanda di depan beberapa orang dengan mengumpamakan sesuatu atau dengan jelas mengumpamakan itu adalah kita namun hanya tampak senyum candaan dari kita. Aku tahu semua yang kau ucapkan bukanlah candaan dan kamu juga tahu akan hal itu.

Aku tahu dan aku takut bahwa aku akan menyesal jika aku tidak mengatakan itu tapi… aku katakan dari awal bahwa aku menyesal dengan pertemuan ini. Aku sesali bertemu denganmu disaat kamu telah menjadi miliknya. Mengapa tuhan mempertemukan kita disaat kita telah memiliki seseorang yang terlebih dahulu mengisi hati kita? Sering juga aku bertanya dalam hati tentang apa yang kamu pikirkan ketika aku mulai berpikir untuk bisa selalu bersamamu. Tapi sudahlah, biarkan ini menjadi rahasia antara aku dan kamu. Tetaplah seperti itu, bahagialah bersamanya dan aku juga akan bahagia bersamanya. Merasakan kebahagiaanmu juga bahagia untukku dan aku tahu kamu juga berpikir seperti itu.  Aku akan terus menggenggam erat kenangan dan perasaan ini itu adalah janji yang tak terbahasakan dariku untukmu.


Selasa, 25 Maret 2014

KEMBALI MERINDU






            Ketika aku mengingat tentangmu rasanya ingin mengulang semua apa yang pernah kita lewati bersama. semua tentang senyummu ketika tiap kali kamu menatapku, tentang cerita curhatanmu ketika kamu mengalami hal lucu atau curhatanmu yang menurutmu membuatmu galau, tentang keluhanmu ketika kamu tidak suka dengan orang-orang di sekitarmu, tentang bagaimana kamu yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahmu yang sedikit aneh dan sedikit gila. Semua itu membuatku ingin memelukmu, menarik rambutmu dan juga ingin rasanya menarik hidungmu yang mancung serta mencubit pipimu sekeras-kerasnya.

            Tapi kini kamu berada jauh dariku, ini sudah ketiga kalinya kita berpisah dengan jarak yang sangat jauh. Aku teringat disaat pertama kalinya kita merasakan hubungan jarak jauh, rasanya sehari itu bagaikan seminggu, tak ada kabar darimu dalam sehari membuatku resah dan khawatir denganmu, saling mengingatkan dan saling percaya yang membuat kita bertahan pada saat itu. Disaat kita menjalani hubungan jarak jauh yang kedua kalinya saat itu kamu pergi sangat jauh dariku dengan alasan kuliah di tempat yang dulu sangat kamu impikan dan juga aku kuliah di tempat yang menurutku bagus untuk diriku ini. Rasa jenuh dan rasa curiga pun mulai merasuk ke dalam diri pikiranku, aku selalu berpikir jika kamu akan dimiliki orang lain dan aku juga mulai merasakan jika jarak hati dan pikiran kita sudah mulai tidak seperti biasanya lagi.

            Hampir setiap hari aku marah padamu dengan masalah yang sama, masalahnya hanya karena kamu tidak lagi banyak mempertanyakan tentang hari-hariku bahkan kamu tidak lagi sesering dulu menelpon ataupun mengirim sms tentang kabarmu disana. Sampai akhirnya aku menuduhmu mempunyai kekasih disana tapi kamu hanya menganggap aku bercanda dan kamu menganggapku marah hanya sekedar marah tanpa meperdulikan persaanku. Kamu terlalu sibuk dengan kegiatan kampus, dengan organisasi, dengan lembaga, dengan mahasiswa baru tiap tahunnya dan hanya peduli dengan keceriaan bersama teman-temanmu sampai kamu melupakan jika ada seseorang yang merindukanmu dan sangat ingin perhatian darimu.

            Saat itu aku memutuskan ingin mengakhiri hubungan kita karena aku menganggap jika aku terus begini maka kita tidak akan bisa merasakan kebersamaan kita yang seperti dulu lagi. Disaat aku mnginginkan untuk mengakhiri hubungan kita kamu malah tidak menginginkannya dan aku memutuskan untuk bertahan dan menunggumu kembali.

            Tiba saatnya ketika kami hampir menyelesaikan studi, kami pun mengatur rencana untuk bertemu. Setelah sekian lama tidak bertemu rasa rindu bercampur haru mulai terasa didalam dadaku. Tak lama kemudian akhirnya hari itu telah tiba dimana kita bisa bertemu. Aku menatapmu sambil ku pegang tanganmu, aku melihat kesedihan di wajahmu saat itu, kamu terlihat kurus namun wajahmu begitu bersih dan senyum dan tatapanmu sama sekali tidak berubah. Saat itu Aku merasa sangat bahagia bisa berjumpa denganmu.

            Hari-haripun berlalu dan kamu tetap sama seperti yang dulu. Aku merasa sedikit menyesal dengan semua yang pernah ku pikirkan tentangmu. Suatu ketika aku merasa khawatir denganmu ketika aku mendapat kabar jika kamu sakit dan dirawat di rumah sakit. Dengan perasaan yang khawatir aku menuju ke rumah sakit namun ternyata kamu tetap saja bercanda dan mengejekku ketika aku panik dan menanyakan keadaanmu.

            Awalnya aku tidak pernah tahu mengapa kamu bisa terbaring diatas tempat tidur besi dengan seprai putih itu. Ketika aku bertanya padamu kamu hanya menjawab hanya karena lelah makanya kamu bisa berada di tempat itu, begitu pula ketika aku menanyakan kepada setiap orang yang datang menjengukmu. Terkadang aku juga merasa heran melihatmu berhari-hari terbaring dan semakin lemas. Entah mengapa hari itu aku meneteskan air mata dan ku beranikan diri untuk menanyakan kepadamu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

            Aku mengingat senyumanmu dengan bibir yang pucat saat itu kamu memegang tanganku dan bercerita tentang penyakit yang selama ini aku tidak pernah mengetahuinya. Saat itu aku belum tahu tentang penyakit yang bernama Lupus itu, aku hanya beranggapan jika itu hanya istilah dalam kedokteran yang mungkin saja artinya pasien yang kelelahan namun ternyata setelah aku mencari tahu tentang penyakit itu aku pun tak berdaya menahan kesedihan ketika aku mengetahui jika Lupus itu salah satu penyakit yang mematikan.

            Setelah saat itu beberapa hari kemudian aku hanya bisa melihatmu terbaring dalam keadaan tidak sadarkan diri. Aku selalu tersenyum dan memberimu semangat walaupun air mata ini tidak dapat tertahankan.

            Suatu hari saat itu aku melihat tepat di depan mataku semua orang yang berada di sekitarku menangis mengeluarkan air mata dan aku tahu dan aku melihat jika orang yang aku sayangi telah pergi untuk selamanya. Ketika aku mengetahui jika orang yang aku sayangi telah pergi untuk selamanya aku tetap tersenyum dengan harapan jika semua ini tidak nyata sampai akhirnya aku terjatuh dan tak sadarkan diri. Sesaat kemudian aku membuka mata dan beberapa orang memelukku dengan tangisan air mata. Aku tak kuasa menahan kesedihan yang sangat dalam. Aku tidak menyalahkan tuhan, aku tidak menyalahkan siapa-siapa jika memang ini takdir yang harus aku jalani aku harus menerimanya meskipun dengan kepedihan yang tak berujung.

            Kini aku harus menjalani hubungan jarak jauh yang ketiga kalinya denganmu, tapi kali ini kamu benar-benar tidak akan lagi memberi tahu kabarmu disana, kini aku tidak dapat mendengar suaramu lewat telpon, aku tidak akan lagi melihat senyummu dan candaanmu serta ejekanmu padaku. Aku merindukanmu.. apakah kamu baik-baik saja disana? Apakah kamu punya teman baru disana? Apakah kamu merindukanku disana? Dan apakah kamu merasakan apa yang kurasakan tiap kali aku menginngat tentangmu?

            Aku sangat menyesali keegoisanku padamu yang dulu, kamu dengan sabar bisa menghadapi sifat keras hatiku ini. Meskipun harus menunggu puluhan tahun lamanya kelak suatu saat aku akan menjumpaimu.

            Aku merindukanmu… aku merindukan semua tentang senyummu ketika tiap kali kamu menatapku, tentang cerita curhatanmu ketika kamu mengalami hal lucu atau curhatanmu yang menurutmu membuatmu galau, tentang keluhanmu ketika kamu tidak suka dengan orang-orang di sekitarmu, tentang bagaimana kamu yang selalu bisa membuatku tertawa dengan tingkahmu yang sedikit aneh dan sedikit gila. Aku ingin sekali lagi bisa memelukmu….


Cerita ini hanya cerita fiktif belaka yang terlahir dari khayalan dan kesendirian penulis. Jika ada kesamaan kisah atau tempat mohon dimaafkan.

Minggu, 27 Oktober 2013

MENGHARAPKANMU


 


Pernah kita bersama, pernah kita bahagia mengarungi dunia antara kau dan aku. Kita tidak pacaran namun kita merasa sangat dekat dan entah mengapa jika kamu dekat dengan seseorang aku merasa sedikit jengkel dan juga aku merasa tidak bisa menatap ataupun dekat denganmu. Semakin hari kita menjadi semakin dekat, cerita dariku maupun cerita darimu hampir semuanya sudah kita curahkan namun ada satu yang menjadi pertanyaan dalam pikiranku yaitu tentang perasaanmu padaku, telah ku coba setia mendengar ceritamu tapi tak juga pernah terucap cerita tentangku ataupun pertanyaanmu tentang perasaanku padamu. Aku selalu menganggap diriku hanya seorang teman biasa yang rajin mendengar ceritamu.

Belum lagi kau mengetahui perasaanku lebih jauh dari sekarang ini tapi sudah kau putuskan sikapmu untuk memilih dia dan meninggalkanku, sungguh ini sangat tak adil. Kini akupun harus menjauh darimu namun tetap saja aku tak bisa melupakanmu, setiap keping kenangan ku simpan erat di genggaman ini. Aku takkan pernah  untuk berpikir melupakanmu dan di dalam hatiku aku tak pernah mau melupakanmu.

Ku tahu ini menyakitkan dan pasti meninggalkan luka yang dalam bagi diriku, bagiku hidup itu bukan untuk bersedih aku hanya harus memilih meski harus menahan perih yang dalam dan kini aku harus pergi meninggalkanmu walau terluka. Aku takkan pernah menyalahkan setiap detik pertemuan karena bagiku itu adalah kesalahan yang indah.

Aku tahu dirinya yang terbaik untukmu namun lihatlah… Aku yang merindukanmu. Bila sinar surya terang menerangi kita aku akan mendekapmu erat takkan ku lepaskan walau kini engkau telah memilih dirinya aku akan selalu berharap dan menanti untuk cinta. Bagiku ini semua tak membuktikan apa-apa. Aku akan menunggumu sampai nanti aku terus mengharapmu, cinta akan datang nanti ketika kamu memberiku kesempatan untuk membahagiakanmu dan mungkin aku masih butuh waktu untuk bersama denganmu, tetapi jangan pernah kau mencoba untuk menghilang dan mencoba menjauh dariku dan meskipun di ujung dunia kau bersembunyi aku pasti akan mencarimu.
 .

Ini hanya Cerita Fiktif dari lingkungan sekitar dan hanya mengutip kata dari orang.. yakinlah itu...

Selasa, 19 Februari 2013

Buat Seseorang



Suatu hari ketika hujan turun membasahi bumi, Aku menatap setiap tetesan hujan itu dan aku merasakan seperti telah mengalami hal ini, entah kapan dan dimana. Aku merasa jika ini hanya sebuah dejavu tapi aku berusaha mengingat kembali dan ternyata ini bukanlah sebuah dejavu. Ini nyata, aku pernah menatap hujan dengan posisi berdiri di depan sebuah pintu namun itu bersama seseorang. Sesorang yang dulu pernah mengisi hatiku, seseorang yang kini entah berada dimana.

Aku sedikit bisa tersenyum legah setelah beberap hari ini merasakan gundah bercampur nestapa yang aku sendiri tidak mengetahui sebab dan datangya darimana. Kini aku mengerti atas jawaban semua itu, aku hanya merindukan seseorang yang terlupakan. Mungkin saja dia juga merasakan hal yang sama ketika melihat tetesan hujan ini. Ingin ku sampaikan sebuah kata untuknya melalui tulisan ini dan ini untukmu seseorang yang pernah mengisi hatiku.

Aku merasakan hatiku seperti dipenuhi oleh namamu
Setiap tarikan nafasku terasa kesedihan yang mendalam
Setiap hembusan nafasku terasa sebuah penyesalan
Dan disetiap aku menutup mata selalu terbayang wajah dan bibirmu yang mungil


Aku masih bisa merasakan suara dan nada bicaramu
Aku juga masih bisa mengingat beberapa tingkahmu yang aneh
Tatapanmu yang mengarah padaku selalu diiringi oleh senyuman
Ketika aku menyadari tatapanmu kau selalu mengalihkan dan merasa malu sendiri


Kini aku merindukan dirimu
Maaf telah melupakanmu selama ini
Bertahun-tahun lamanya kita tidak saling menatap dan berucap kata
Aku yakin suatu saat nanti kita akan bertemu
Dan disaat itulah jawaban atas nestapamu akan ku jawab


Mungkin saja aku adalah satu-satunya orang yang tidak akan dia lupakan. Bukan karena wajahku tapi karena tindakanku yang tiba-tiba meninggalkannya waktu itu. Bukan tanpa alasan aku meninggalkannya namun ada satu hal yang tidak pernah tersampaikan dan sangat sulit mengatakannya waktu itu.

Ketika aku bertemu lagi dengannya akan ku sampaikan alasan dan jawaban atas nestapa yang dia rasakan. Namun jika takdir berkata lain maka aku akan menuliskannya disini.

Buat seseorang,

Maaf telah membuatmu bersedih dan merasa nestapa, aku memutuskan mengakhiri hubungan kita karena beberapa alasan.  Waktu itu aku merasa jika aku akan merusak persahabatanmu dengan sahabat-sahabatmu jika suatu saat aku hanya ingin hari-hariku berdua denganmu. Waktu itu aku menjauh dan sering menghindar darimu bukan karena aku tidak membutuhkan atau tidak suka denganmu tapi aku hanya ingin membiarkanmu merasakan indahnya harimu jika suatu saat tanpa diriku, aku hanya ingin itu sesaat namun kamu menganggapnya untuk selamanya.

Suatu hari aku pernah membuka dan membaca catatan di hanphone milikmu, kau mengucapkan rasa syukur karena telah mendapatkan seseorang yang perhatian, baik dan sayang padamu dan orang itu adalah aku. Tahukah kau jika saat itu aku merasa sangat bahagia dan ku ucapkan janji di hati untuk akan terus bersamamu.

Ketika aku berharap kau akan mengerti dengan maksudku dan mulai ingin kembali menjalani hari bersamamu kau ternyata telah berdua dengannya, semua harapanku jauh dari kenyataan, semua inginku, semua rasaku dan semua yang aku pikirkan terasa kosong dan hampa.

Tanpa ada kata perpisahan yang terucap dariku ataupun darimu kini kita tak lagi bersama. Aku akan selalu bersedia menunggumu untuk menjalani hari-hariku hingga usia senja menghampiriku dan aku sangat bersedia menjadi apapun yang engkau minta selama nafasku masih berhembus. Itu semua akan kulakukan jika seandainya orang yang pernah menjalin kasih denganmu bukanlah Sahabatku.

Tetaplah tersenyum, semoga kau merindukanku disana.
Pengakuan seorang teman Pria > 20 tahun yang namanya Hendri tidak ingin disebutkan.