Contact : WA 089653002233 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Rabu, 21 Desember 2016

AKU SI WANITA EROTOMANIA



Aku tak yakin dengan apa yang aku rasakan saat ini, aku merasa ada sesuatu yang berbeda dengan apa yang aku rasakan sejak sebelum mengakrabkan diri denganmu. Sudah cukup lama aku mengenalmu baik dari cerita orang disekitarku maupun menatapmu langsung dari kejauhan walaupun kenyataannya kamu tidak pernah mengetahui tentang ku dan mungkin saja kamu tidak pernah menatapku secara langsung. Hingga akhirnya kita bertemu di malam itu.

Ini yang kurasa saat pertama aku bersamamu, perasaan yang seolah nyata yang aku alami sendiri. Semua tentangmu seolah nyata dan indah di dalam ingatanku, bagaiakan dejavu yang nyata.  Berawal dari pertemuan kita di sebuah cafe milik teman kuliahku yang ternyata juga adalah temannya dan ternyata kita juga satu fakultas di kampus yang sama. Aku dan beberapa orang teman yang duduk bersama sambil bercerita tiba-tiba saja kedatangan seseorang dari meja yang tidak jauh dari tempat kami bercerita. Aku merasa sedikit malu karena diantara kami hanya aku seorang wanita. Kedatangan seorang pria yang tiba-tiba saja begitu akrabnya dengan beberapa temanku ini membuatku semakin merasa malu, hingga akhirnya dia berbalik menatapku tersenyum sambil bertanya siapa namaku, dengan sangat ramah dia mengajakku bercanda. Ini sedikit aneh bagiku yang langsung bisa mengakrabkan diri dan tertawa lepas dengan seorang pria yang baru saja aku kenal. Sesekali aku menatap kearahnya sambil merekam wajahnya dalam ingatanku, wajahnya yang tidak kasar seperti kebanyakan pria, wajahnya juga tidak ditumbuhi beberapa rambut yang biasa disebut kumis atau janggut, hidungnya mancung dan bibirnya mungil disaat dia terdiam. Wajahnya berbeda dari beberapa pria yang aku kenal. Sering kali aku salah tingkah dibuatnya disaat dia menyadari aku menatapnya dan berbalik menatapku. Akhir dari malam itu sebelum kami berpisah dia meminta kontak kami termasuk kontak dariku, dengan ramah aku memberikan beberapa kontak media sosial milikku.

Sejak malam itu aku merasa jika ada ketertarikan diantara kami. Hingga pikiran nakal ini tak henti-hentinya berkhayal tentangnya. Seringkali aku berpikir jika dia juga saat ini lagi memikirkan tentangku. Tak jarang aku menulis sebuah kata sedikit puitis di berbagai akun media sosial milikku berharap dia bisa membacanya. Setiap aku membuka beberapa postingan dari akun media sosialnya aku sering merasa dan sangat yakin  jika sebagian kata dari postingannya ataupun beberapa caption foto miliknya tertuju dan seolah itu memang untuk ku.

Hampir ditiap malam disaat aku sendiri merebahkan diri selalu saja teringat pandanganmu padaku. Aku terkadang berpikir agaimana jika esok hari disaat aku bertemu denganmu, kamu benar-benar menyatakan semuanya kepadaku? Menyatakan perasaan suka yang kamu rasakan padaku.  Demi tuhan aku belum siap.. aku selalu merasa panik tak karuan jika teringat hal itu.. disaat aku bertemu denganmu aku sengaja menjaga jarak dan menghindarimu meskipun aku tau jika kamu sesekali menatap dan mengawasiku dari kejauhan.

Aku mulai tak mengerti dengan perasaan, tingkah dan imajinasi yang aku alami saat ini. Sikap narsis berlebihan seringkali merasuki diriku,  aku juga sangat peka dan sensitif dengan beberapa bahasa tubuh atau isyarat yang dia berikan kepadaku. Tiba-tiba saja aku bagaikan ahli psokolog yang bisa dan mengetahui isyarat bahasa tubuh yang kamu kirimkan kepadaku. Aku tahu jika dibalik diam mu itu ada perasaan berbunga dihatimu, dibalik gerakan tangan dan matamu tersimpan sebuah kata sayang yang mendalam serta dibalik senyum bibirmu itu ada suatu paerasaan yang tertahankan. Benarkah semua yang aku rasakan ini? Aku mulai suka dengan keadaan seperti ini namun disaat yang sama aku juga ingin memperlihatkan kepadamu jika aku juga merasakan hal yang sama padamu.

Dalam diam aku sering berharap kepada tuhan semoga ada keajaiban mendatangiku. Apa yang harus aku lakukan ya tuhan? Hingga akhirnya ketika aku melihatnya, aku mencoba menutup mata mengharapkannya berjalan ke arahku namun aku tersadar dia menjauh dan semakin menjauh dan seketika menghilang dari pandanganku. Kamu yang aku harapkan ke arahku melainkan memilih ke arah seseorang yang terlebih dulu hadir di dalam hidupmu. Mungkin tuhan mendengar doa dan harapanku dan menyadarkanku dari perasaan Erotomania ini.

Aku tersadar jika selama ini aku hanya diperdaya oleh perasaan Erotomania, seharusnya dari awal aku bisa mengendalikan perasaan bukan dikendalikan oleh perasaan ini. seharusnya dari awal aku mendengarkan perkataan teman-temanku untuk tidak mengharapkanmu dan seharusnya aku percaya kepada mereka yang menceritakan kisah cintamu dengan seseorang yang sudah begitu lama mendampingimu. Seharusnya aku menyadari jika aku adalah seorang wanita yang mengalami delusi berlebihan yang disebut Erotomania. Bukan Cuma sekali ini saja aku mengalaminya bahkan hampir kepada setiap pria yang baik kepadaku seringkali aku menganggapnya tertarik dan aku selalu yakin jika dia jatuh cinta kepadaku. Maafkan aku  yang selalu membuatmu resah berada disekitarku. Maaf dariku Si Wanita Erotomania. 

 Erotomania atau biasa dikenal dengan sebutan sindroma de Clerambault adalah suatu bentuk gangguan kepribadian di mana para penderitanya memiliki keyakinan bahwa orang lain memendam perasaan cinta kepada si penderita, atau mungkin memiliki suatu bentuk hubungan intim namun pada kenyataannya tidak sama sekali.


Minggu, 18 Desember 2016

KEMBALI MERINDU 2




Kisah lanjutan dari tulisan beberapa tahun yang lalu yaitu (Baca Dulu) Kembali Merindu (klik Disini)

Aku tidak yakin jika aku sedang depresi, aku tidak merasa sedih tapi juga tidak merasakan bahagia. Aku dapat tertawa, bercanda bahkan juga tersenyum speanjang hari, tapi terkadang jika aku sendiri terdiam dimalam hari aku lupa dengan definisi rasa yang aku rasakan.

Aku benci rasa ini, rasa ketika aku sedih namun aku pun tak tahu mengapa. Aku merasa ada kekosongan di dalam diriku namun aku tak dapat menjelaskan kekosongan itu. Ketika mereka bertanya kepadaku tentang apa yang terjadi padaku tetap saja aku tak dapat menjelaskannya.

Aku merasa seperti merindukan seseorang  yang tak pernah bisa aku temui, seperti aku membutuhkan seseorang yang tidak pernah bisa membutuhkanku.

Terkadang kesedihan hanya menjadi teman di dalam pikiranku.... Aku mulai membenci diriku sendiri...... dan terkadang aku ingin semua orang meninggalkanku sendiri, namun diwaktu yang sama aku juga ingin seseorang memelukku dan berkata “Tersenyumlah, semuanya akan baik-baik saja.”

Semua orang tau jika aku telah merelakanmu..... Aku tak menyalahkan siapapun ataupun membenci siapapun, aku hanya membenci perasaan ini, perasaan dimana aku sulit menjelaskan definisi rindu yang kurasakan kepadamu....

Hey... tahukah kamu dengan kesedihanku saat ini? Apakah kamu dapat melihatku ketika aku sedang menangis? bagaimana kabarmu disana? apakah kamu baik-baik saja disana? Apakah kamu punya teman baru disana? Apakah kamu merindukanku disana? apakah kamu merasakan apa yang kurasakan tiap kali aku menginngat tentangmu? Maaf.... Maaf.... maafkan aku selalu bertanya banyak hal kepadamu. Aku yakin kamu selalu menjawab semua pertanyaanku ini meskipun tak pernah ku dengar lagi suara mu. Aku yakin kamu dapat melihat kesedihanku.. Sampai saat ini aku selalu menyebut namamu dalam doa ku meskipun ku sadari bahwa tuhan pun pasti tertawa menggelengkan kepala setiapkali aku memohonkan takdir yang tak pernah ia tuliskan.

Tahukah kamu jika aku tetap berusaha bangkit dari kesedihan, semua orang tau jika aku merelakanmu dan beberapa kali aku mencoba membuka hati kepada beberapa orang tapi tetap saja senyummu selalu membayangiku. Aku sangat ingin bercerita banyak hal kepadamu, andai saja kamu ada disni saat ini pasti kamu mendengarkan ceritaku sambil menatapku dengan senyum dan sesekali setuju dengan yang aku katakan meskipun kamu juga sesekali tertunduk sambil tersenyum menatap layar android yang ada di genggamanmu. Maafkan aku yang terkadang egois dan selalu jengkel terhadapmu ketika kita berbicara namun kamu lebih memfokuskan mata ke android yang kamu genggam. Aku sangat menyesal dengan perkataanku membentakmu berharap jika mata mu akan buta karena kebanyakan menatap layar android. Aku sangat menyesali perkataanku ituu... kini kamu benar-benar buta menutup mata tak dapat lagi melihatku untuk selamanyaa.....

Banyak hal tentang kita perlahan mulai terlupakan oleh ingatanku, namun ada banyak hal juga masih tersimpan di dalam perasaanku. Aku teringat sejak pertama kali kamu masuk kuliah disaat kita menjalani hubungan jarak jauh, kamu menelponku dengan nada kesedihan karena rindu dengan aktifitas keseharianmu yang dulu. Hingga akhirnya beberapa tahun berlalu kamu masih tetap menelponku, namun waktu itu sedikit berbeda kita sering berbeda pendapat dan aku mengakui jika aku memanglah egois mementingkan perasaan sendiri. Aku sangat menyesal dengan sikapku yang selalu membatasi pergaulanmu, aku cemburu dan tak ingin jika kamu berbagi kesenangan dengan siapapun termasuk teman-temanmu, aku tak ingin jika adik junior ataupun mahasiswa baru melirik padamu disaat kamu terlalu sering menghabiskan waktu bersama mereka. Tapiii...... aku sangat menyesali ituuu.... disaat kamu telah tiada merekalah yang kini menjadi sahabatku, merekalah yang menghabiskan banyak waktu untuk menghiburku sambil bercerita banyak tentangmu.. bahkan mereka lebih mengenal diriku daripada aku yang mengenal mereka, itu karena mereka sering mendengarkanmu bercerita tentangku ataupun tentang kita....

Maafkan aku yang selalu merindukanmu meskipun telah merelakanmu, maafkan aku yang selalu mengharapkanmu meskipun ku sadari bahwa tuhan pun pasti tertawa menggelengkan kepala setiapkali aku memohonkan takdir yang tak pernah ia tuliskan.

Tetaplah tersenyum disana menatapku dengan bahagia. Salamku untukmu, senyumku untukmu dan doaku selalu untukmu.


Jumat, 31 Juli 2015

UNTUKMU (Wanita Berbadan Mungil Dengan Tingkah Aneh Yang Suka Banyak Bergerak)

       

            Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Hey.. wanita berbadan mungil dengan tingkah aneh yang suka banyak bergerak..!!  Sudah cukup lama aku tidak mendengar suaramu, beberapa pesan dan sapaanmu di media sosial juga sudah jarang kamu kirimkan padaku. Terkadang kamu membalas pesanku dengan singkat bahkan dengan kata yang sedikit jutek. Apakah kamu sibuk disana? Apakah sudah ada orang yang lain? Begitu cepatnya kah kamu berubah? Hahaha… maaf.. aku lupa, aku ini bukan siapa-siapamu.. segala hak untuk memperhatikan dan mengurusi hidupmu bukanlah urusanku.

Bagaimana kabar para sahabatmu? Yang dulu keseruan kalian pernah kamu ceritakan. Aku titip salam pada mereka. Titip salam juga untuk pria yang pernah kamu ceritakan padaku. Apakah kamu disana pernah memikirkanku? Atau memikirkan hal yang pernah kita lakukan bersama? apakah disana kamu juga tersenyum jika mengingat kebodohan dan kebersamaan yang memalukan kita saat itu? Kalau kamu lupa tenang saja aku masih mengingatnya dalam pikiranku yang telah menjadi kenangan yang membisu , menjadi pembisik rindu saat aku mengingatmu.

Siapa pria yang bersamamu saat ini? Pria yang ada di dalam hatimu? Betapa beruntungnya dia bisa memilikimu, betapa senangnya dia bisa menjadi penyebab tawa bagimu, dan betapa serunya dia bisa bercanda dan masuk ke dalam hidupmu. Bukan seperti aku yang mengendap-endap masuk ke dalam hatimu, lalu menyesal telah melakukan kebodohan itu.

Pernah beberapa kali aku merindukanmu bahkan menyebut namamu dalam doa dan memikirkanmu saat doa ku mengalir melalui ucapan bibirku. Bolehkah aku melakukan hal seperti yang kamu sukai dari pria lain? Bolehkah aku merindukanmu, mencintaimu, memperhatikan dan mendoakanmu? Masih bolehkah aku menghubungimu secara berkala? Masih bolehkah aku merindukanmu meskipun kau telah bersama dia?

Saat itu kita memang belum pernah bertemu, kita memang belum pernah saling menggenggam tangan, kita belum pernah saling menatap, kita belum pernah saling berpeluk, tapi sadarkah kamu kalau cerita kita begitu nyata? Saling bercanda dan mencela tapi menyenangkan serta menyisahkan kenangan. Kini aku benar-benar merasa kehilangan.

Hey.. wanita berbadan mungil dengan tingkah aneh yang suka banyak bergerak..!! bisakah kamu berhenti menjual baying-bayang? Aku benci ketika harus terus mengingatmu ketika bahkan kutahu kau tak pernah mengingatku! Aku takut.. aku takut ketika harus memikirkanmu ketika bahkan kusadar kau tak memikirkanku.. saat ini aku dipermainkan oleh kenangan, aku tak dapat mengendalikan perasaan, saat ini aku yang dikendalikan oleh perasaan..

Aku pernah mencoba untuk melupakan sosokmu dan menghapus semua tentangmu. Aku selalu berharap untuk tidak lagi merindukanmu namun aku terlalu lemah untuk bisa melupakanmu.
Salam dariku, seorang pria yang telah mengendap-endap memasuki kehidupanmu.

Cerita ini hanya fiktif belaka, jika terjadi kesamaan itu artinya bukan kebetulan..

Dosa Ini Terlalu Indah Untuk Dilupakan





Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...Tidak pernah ku sangka hati keras dan tak peduli tentang cinta ini bisa luluh oleh mu, hatiku yang dulu dingin oleh perhatian seorang wanita kini dapat tersenyum. Harus aku katakan kepadamu bahwa ada cinta yang lain yang lebih dulu menetap di dalam hatiku dan itu menjadi salah satu alasan mengapa selama ini aku menutup hati kepada cinta yang lain. Tapi entah mengapa kamu itu berbeda, kita tak saling mengenal dan tak saling sapa namun seperti ada komunikasi antara perasaan yang sama. Saat ku coba untuk mengenalmu tidak butuh waktu lama untuk bisa mengakrabkan diri denganmu, sudah cukup lama sejak saat itu kita berteman disalah satu media soisal namun tak pernah sekalipun aku ataupun kamu mencoba untuk saling menyapa hingga akhirnya untuk pertama kali dalam hidupku aku merasakan bibir, hidung bahkan tenggorokan ini perlahan tersenyum ketika kamu menyapa ku di salah satu akun media sosial milikmu. Harus kuakui bahwa selama ini aku memperhatikanmu walaupun hanya sebatas media sosial, semua tulisan aktifitas dan berbagai fotomu jarang ku lewatkan.

Tahukah kamu disaat pertama kali kamu menyapaku, rasanya tarikan nafas dan hembusan nafasku ini tidak dapat berjalan secara otomatis, butuh beberapa waktu untuk bisa melupakan bahwa aku bernafas secara sadar sambil tersenyum karenamu. Akupun tidak butuh berhari-hari untuk bisa bercanda lepas denganmu, kita tak pernah bertemu namun kita akrab bagaikan orang yang sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya. Hingga tiba suatu saat dimana pertama kali aku bertemu denganmu, saat itu kamu terlihat begitu cantik meskipun dengan wajah yang tampak lelah dan sedikit kusam. Aku memberanikan diri untuk menyapamu meskipun dengan cara bercanda, di dalam hati aku merasa malu namun juga ingin menyapa dan mendengar suaramu. Memang tidak butuh waktu lama untuk bisa mengakrabkan diri denganmu meskipun itu singkat tapi rasanya lebih dari cukup bagiku untuk bisa menatapmu secara diam dan bisa menyentuh tanganmu.

Disaat aku berusaha mencoba untuk sejenak melupakanmu namun selalu saja aku tidak berhasil. Aku mencoba meyakinkan diriku jika ini hanyalah rasa ingin memiliki, aku sadar jika kita tidak saling membutuhkan dan aku sangat menyadari jika akan ada hati yang terluka diantara kita jika tetap seperti ini. Aku memutuskan untuk tidak berharap pada keinginan yang tak akan pernah menjadi kenyataan. Namun setelah beberapa saat kita tidak saling menyapa tiba-tiba kamu mengucapkan kata rindu kepadaku meskipun itu hanya sebuah candaan bagimu namun bagiku itu nyata. Aku tak dapat berkata banyak, hanya ucapan terimakasih yang dapat ku katakan kepadamu karena aku tak pantas untuk dirindukan dan sangat tak pantas untuk masuk ke dalam hidupmu.

Setelah beberapa waktu berlalu aku tetap meyakinkan diriku untuk menjaga perasaan kepadamu dan aku memutuskan untuk mengakhiri semua ini dengan cara mengajakmu bertemu dan berbicara berdua, aku berharap setelah pertemuan ini kita bisa saling melupakan. Di hari pertemuan itu hanya ada aku dan kamu, masih saja kamu terlihat cantik. tingkahmu yang selalu ceria dan banyak bergerak membuatku selalu tersenyum menatapmu. Mulutku serasa terbunkam membisu tak dapat mengatakan untuk mengakhiri semua ini ketika kamu bercerita tentang kisah cinta dan perjodohanmu. Aku menyimak semua kisahmu dan aku mencoba untuk tetap menjawab dengan nada bercanda meskipun ada sedikit rasa sedih karena ingin berpisah denganmu. Saat  itu kamu juga berkata jika setelah hari ini kita tidak akan bertemu untuk waktu yang lama dengan alasan kamu ingin melanjutkan study di tempat yang cukup jauh. Aku tetap menyimak semua perkataanmu hingga akhirnya tanpa sadar tangan ini menyentuhmu dan merangkulmu. Kamu terlihat biasa saja ketika aku merangkulmu bahkan kamu berbalik memelukku dengan erat sambil menggoyangkan tubuhku dan kamu berkata jika tubuhku ini sangat kecil dan mungil berbeda dengan pasanganmu yang memiliki postur tubuh yang lebih tinggi dan lebih berisi. Walaupun tubuhku berada di dalam pelukanmu namun aku menyadari jika kita berdua tidak memiliki rasa untuk saling memiliki bahkan nafsu untuk saling berpelukanpun mungkin saj tidak kita rasakan.

Tahukah kamu apa yang kurasa disaat tanganku memelukmu? Aku tidak merasakan cinta, rasa ingin memiliki ataupun rasa yang aneh. Aku hanya merasakan kesedihan dan penyesalan, aku merasa sedih karena pertemuan ini singkat, perkenalan ini singkat namun sangat berkesan bagiku, aku merasa sangat menyesal mengapa baru saat ini aku bisa mengenalmu, mengapa saat itu kamu tidak berada disini? Dalam hati aku hanya dapat berkata terimakasih karena kamu telah mengizinkan aku untuk hadir dan menjadi salah satu bagian dalam kisah hidupmu.

Hembusan nafas darimu dapat kurasakan karena jarak antara kedua matamu sangatlah dekat dengan kedua mataku, saat ku tatap matamu kamu sedikit tersenyum sambil menutup mata, entah apa arti dari detak jantung ini yang berdetak tidak seperti biasanya. Tanpa berpikir panjang tiba-tiba bibir ini ingin menyentuh keningmu, maka saat itu juga bibir ini menempel tepat di keningmu, aku merasakan sesuatu yang aneh entah apa definisi dari rasa itu dan aku berharap kamu tidak merasakan hal yang sama.

Setelah beberapa saat berlalu aku kembali mengajakmu bercerita dengan nada bercanda, begitupula dengan dirimu yang menanggapiku dengan candaan. Aku teringat ketika kamu mengatakan jika kamu tidak mempunyai rasa lagi dengan seorang pria bahkan denganku pun kamu tidak memiliki rasa, aku selalu berharap semoga perkataan itu benar. Dari awal aku takut jika suatu saat nanti aku mempunyai perasaan lebih dari rasa suka terhadapmu, aku takut jika suatu saat aku berharap dan menginginkanmu yang tak mungkin kumiliki.

Tidak lama setelah kita bercerita aku merasa jika hanya beberapa saat denganmu membuatku merasakan lebih dari senang. Terkadang sesekali kamu tiba-tiba memelukku disaat kamu duduk di sampingku, katamu aku bagaikan anak kecil dan sesekali pula aku membalasnya dengan pelukan candaan tapi sebenarnya aku terharu dan sedikit gembira tanpa merasakan nafsu bisa bercanda bersentuhan denganmu. Setelah semua pembicaraan dan candaan kita selesai, disaat aku ingin mengantarkanmu kembali ke rumah, dengan perasaan senang dan sedikit terharu aku memberanikan diri untuk memelukmu dan berharap pelukan ini menjadi yang terakhir, sepertinya kamu juga merasakan hal yang sama, sambil memelukku erat kamu menatap tepat di hadapan mataku, sekali lagi ku rasakan hembusan nafasmu hingga akhirnya jarak bibir yang saling berdekatan ini tersentuh dan aku merasakan lembutnya bibirmu, aku menatapmu yang berada sangat dekat denganku, kamu tetap terlihat cantik meskipun sedang terpejam, akupun memejamkan mata sambil merasakan detak jantungmu yang sedikit lebih cepat, hembusan nafasmu yang hangat juga kurasakan serta bibir yang terasa dingin itu juga tetap kurasakan.

Setelah kejadian hari itu aku merasakan sesuatu di dalam hatiku yang sangat sulit untuk aku definisikan, mungkin aku merasakan suka kepadamu namun ini bukan rasa suka seperti jatuh cinta, bukan pula rasa suka karena nafsu, telah ku katakan padamu tentang keanehan yang kurasa namun kamu menjawab itu tidak mungkin dan kamu berkata jika itu hanya perasaanku saja, yah.. semoga yang kamu katakan itu benar dan semoga kamu tidak merasakan seperti apa yang ku rasa saat ini.

Aku selalu berharap setelah ini, setelah kita berpisah semoga kita melupakan dosa yang cukup indah ini, meskipun ini sangat sulit bagiku namun aku yakin kamu bisa melupakanku dan kisah ini. Tetaplah setia kepadanya dan aku juga demikian. Di dalam hati aku berjanji takkan lagi sering atau setiap hari menghubungimu. Semoga tingkah dan cara bercandamu tetap seperti ini dan semoga kamu tidak merasa marah dan benci padaku atas semua yang pernah kulakukan padamu. Maaf jika aku masuk ke dalam hidupmu tanpa alasan dan terimakasih telah membuat hati yang keras dan beku ini mengerti arti sebuah perkenalan juga arti persahabatan. Jika tuhan mengkhendaki kita akan dipertemukan lagi suatu saat nanti tanpa harus terlebih dahulu merencanakan pertemuan.

Cerita ini hanya fiktif belaka jika ada beberapa kesamaan ini memang disengaja oleh penulis…

Kamis, 20 November 2014

ENTAH SIAPA SOSOK WANITA YANG ADA DI SETIAP TULISAN DI BLOG INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...           
           
           Beberapa tahun terakhir beberapa tulisan dan cerita yang tercipta dari khayalan atau pikiranku hampir semuanya adalah kisah dengan genre yang berbeda dari aku yang mengisahkannya, seperti aku ini adalah seorang ibu, seorang bapak, dan yang paling aneh lagi aku sebagai wanita atau pacarnya orang atau sahabatnya orang lain. Awalnya aku menganggap ini adalah sebuah tantangan karena bisa merasakan menjadi orang lain itu sebuah hal yang luar biasa, seperti merasakan jika kehilangan orang yang disayangi atau bahagia dengan pertemuan yang berakhir dengan cinta atau kisah yang sedih yang juga membuat saya yang menuliskan ikut terhanyut dalam kesedihan dalam kisah yang dikhayalkan dan dipikirkan oleh saya sendiri.


            Disaat ingin menuliskan kisah selalu saja saya tertarik untuk mengisahkan seorang wanita. Saya juga terkadang heran dengan sosok wanita tersebut, disaat saya mengisahkan wajahnya seolah nyata dalam pikiranku. Dengan jelas saya bisa membayangkan rambutnya, senyumnya, keceriaannya dan kesedihannya. Hampir semua kisah di blog ini yang berkarakter wanita itu adalah dia. Seorang wanita yang tercipta dari khayalan yang seolah nyata dan sering kali membahasakan perasaannya melalui pikiranku dan akhirnya menjadi sebuah khayalan yang berakhir disebuah tulisan.

            Sebelum saya menuliskan kisah wanita itu lagi, saya tiba-tiba tersadar bahwa mungkin selama ini kisahnya itu nyata namun melalui pikiranku dia ingin jika kisahnya dituliskan agar semmua orang tahu bahwa itu adalah dia. Tapi sampai saat ini saya belum tahu siapa namanya dan tidak pernah terpikir jika harus memberinya nama karena sebagian dari tulisanku menggunakan kata “aku” atau “saya” tanpa memakai nama seseorang yang bercerita.

            Beberapa saat yang lalu saya juga tersadar dengan melihat beberapa tulisan kisah yang pernah saya buat ternyata memang dari cerita yang lalu hingga sekarang saling berhubungan dan kisahnya tanpa saya sadari memang saling berkaitan. Saya pernah berpikir apakah saya ini adalah reinkarnasi dari wanita tersebut? ataukah saya ini adalah portal dari pikiran wanita tersebut? tapi tidak mungkin jika saya adalah perempuan tersebut karena pada umumnya saya ini seperti pria lainnya yang dulu sering melakukan perkelahian antar kelas, antar sekolah, antar fakultas, hingga antar jemput semua saya lakukan, dari yang halal hingga yang hampir haram juga pernah saya rasakan dan yang terakhir beberapa detik yang lalu saya periksa dan beberapa menit memperhatikan sambil menundukkan kepala saya bisa pastikan bahwa saya ini adalah pria. Mungkin semua tentang si wanita itu dan kisahnya hanyalah sebuah kisah khayalan dan kebetulan semata. Anda tidak perlu membuka atau kembali membaca beberapa kisah tersebut, beberapa hari atau beberapa menit nanti juga saya akan membuat kisah wanita tersebut.

Meskipun beberapa pembaca hanya membaca tulisan-tulisan di blog ini pada bagian awal atau akhir saja atau bahkan hanya melihat komentar dari beberapa orang dan juga ikut berkomentar sesuai apa yang dikomentari orang-orang itu memang tidak menghargai hasil pemikiran si penulis namun itu juga tidak apa-apa bagi penulis di blog ini karena tidak ada paksaan untuk membaca atau melihat tulisan yang ada di blog ini. Terimakasih karena telah berkunjung kesini.

Rabu, 23 Juli 2014

CINTAKU TELAH PERGI DISAAT KAMU KEMBALI



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...            Akhir-akhir ini setiap aku bertanya kamu jarang menjawab dan jarang pula kamu merespon apa perkataanku. Aku selalu bertanya pada diriku tentang bagaimana diriku di mata dan di hatimu saat ini? Apakah aku meragukan untukmu? Setelah sekian lama kita bersama apakah ada yang melebihi perhtianku padamu? Apakah ada seseorang yang membuatmu merasa nyaman berada disampingnya selain diriku? Dan apakah kamu ingin melepasku hanya untuk cinta sesaat yang merasuki pikiranmu? Semua dugaan dan kecemasanku hanya ku anggap sesuatu yang berlebihan bahkan aku sangat merasa bersalah dan berdosa kepadamu ketika aku melakukan tuduhan di dalam hati hanya kepadamu seseorang yang telah menjadi sepenggal dari kisah hidupku.

            Awalnya aku hanya merasa bersalah padamu karena tempo hari aku pernah mengabaikan perasaanmu hanya karena aku ingin melihatmu bahagia bersama teman dan lingkungan sekitarmu dan juga aku ingin membuatmu paham dan mengerti pentingnya dirimu tanpa harus bergantung pada orang lain sekalipun itu adalah aku. Semua itu memang sebuah kesalahan karena kamu salah menafsirkan semua itu dan menganggapnya sebuah ketidakpedulianku padamu dan perlahan membuat perasaanmu menjadi hilang padaku, itu katamu waktu itu. Aku berani bersumpah jika waktu itu aku hanya ingin membuatmu keluar dari zona nyamanmu selama ini. Maaf jika saat itu kamu salah menafsirkan maksudku.

            Suatu hari ketika kamu dekat dengan seorang pria yang kebetulan adalah sahabatmu yang telah kamu kenal beberapa tahun yang lalu, aku sama sekali tidak cemburu ataupun membatasimu dekat dengan pria manapun karena bagiku kepercayaan terbesarku ada pada hatimu. Aku juga mengenal pria tersebut, dia pria yang baik, seorang yang taat pada agama, dia juga cerdas dan juga setia pada pasangannya. Jadi apa salahnya jika kamu dekat dengannya hanya untuk berteman dan belajar bersama lagi pula dengan adanya satu orang wanita yang sering bersama kalian, wanita itu juga merupakan sahabatmu dan membuatku semakin percaya dengan persahabatan kalian dan juga membuatku sedikit legah karena bisa melihatmu mempunyai sahabat.

            Namun seiring berjalannya waktu aku merasa jika ada sesuatu yang berbeda, aku melihat kamu cemburu dengan kisah cinta para sahabatmu yang kisahnya bahagia tidak sebahagia dan seromantis yang kamu jalani. Akhir-akhir ini kamu banyak menuntut sesuatu dan janji dariku. Karena aku menyayangimu maka dengan segala macam cara yang halal meskipun itu dengan cara yang menyedihkan aku akan berusaha melakukan untukmu. Aku senang melihatmu tersenyum dan bercanda padaku. Tapi tetap saja sifat kerasmu masih seperti yang dulu, sedikit tersinggung, emosi kemudian ngambek tapi meskipun demikian aku masih takkan pernah menyerah meluluhkan hatimu hingga kamu bisa kembali tersenyum.

            Beberapa hari yang lalu aku sedikit kecewa terhadapmu yang kurang meresponku hanya karena sebuah chatting di sosial media, awalnya aku membiarkanmu karena aku melihat kamu sangat senang dengan tawa gembira sambil memegang hp dan itu juga membuatku senang karena akrabnya sahabatmu kepadamu. Tapi tahukah kamu apa yang membuatku terluka saat ini? Bukan karena aku cemburu atau aku kurang mendapatkan perhatian darimu tapi karena tanpa sengaja aku menemukan sebuah chat yang dengan sengaja kamu sembunyikan di hp milikmu. Aku sempat heran mengapa sebuah aplikasi terpisah sendiri dari kumpulan aplikasi di folder  sosial media. Aku sedikit penasaran dan mulai membuka satu persatu percakapanmu dan tanpa sengaja aku membaca sebuah chat dari sahabat pria mu yang memanggilmu dengan kata sayang dan kamu juga membalasnya dengan kata sayang, bagiku itu bukan masalah tapi entah mengapa kamu ceritakan masalah pribadi kita padanya? Aku sangat kecewa karena kamu mengatakan padanya jika kamu tidak menyayangiku lagi dan berniat untuk meninggalkanku suatu saat nanti tanpa harus mengatakan padaku. Tahukah kamu jika yang membuatku sangat terluka ketika sahabatmu itu mengungkapkan perasaannya padamu yang dia katakana jika dia sangat nyaman berada di dekatmu dan kamu juga menanggapi dengan bertanya kapan kamu mulai merasakannya? Kamu juga berkata harus jaga diri kepadanya ketika pacar sahabatmu itu berada di dekatnya dan kamu juga sempat mengatakan jika kamu harus jaga diri dan tidak terlalu berharap padanya karena dia sudah punya pacar dan kamu takut menjadi perusak hubungan diantara mereka tapi kata darinya yang menyuruhmu merasakan hati kecilmu sepertinya dia memang serius mencintaimu. Aku mengambil kesimpuan jika secara tidak langsung sahabatmu itu mengatakan perasaannya padamu dan secara tidak langsung kamu menerimanya dengan semua perasaan yang dia rasa namun kalian terikat oleh hubungan masing-masing oleh pacar kalian dan kalian memutuskan untuk menjadi sahabat sampai salah satu atau kalian berdua melepaskan pasangan kalian. Itu maksud kalian kan? Maaf tanpa sengaja aku membaca semua privasi kalian, belum lagi sembuh luka ini lagi-lagi aku menemukan catatan curhatan hatimu di sebuah folder konsep pesan di hp mu, kamu mengatakan jika kamu diantara dua pilihan dan dihadapkan oleh kisah cinta yang menyakitkan. Sekali lagi maaf telah membuka privasimu.

            Sekarang aku tidak heran ketika kamu dengan sembunyi-sembunyi chat dengannya setelah aku berpura-pura mendekat kamu mengganti obrolan tersebut dengan aplikasi lainnya dan aku tidak heran lagi ketika kamu membatasi kedatanganku ke tempatmu karena mungkin saja juga ada kedatangan darinya, aku juga tidak heran ketika kamu tiba-tiba paham agama dan menyuruhku lebih rajin beribadah karena kamu telah belajar banyak darinya dan ingin aku menjadi cerminan darinya dan mungkin bagimu imam yang baik yang sesuai dengan harapanmu adalah dia bukan seperti diriku ini. Wajah dan tingkahku selalu baik-baik saja di hadapanmu namun hati ini menangis ketika kamu selalu berkata ingin putus denganku dengan alasan hanya sementara hanya untuk lebih fokus pada ujian akhirmu meskipun sebenarnya bukan itu maksudmu dan semua lagu galau yang kamu putar sepertinya mengarah kepada kisah kita yang harus mengakhiri semua ini dan kamu akan memulai yang baru dengannya dan juga pertanyaanmu yang selalu mengatakan jika seandainya bukan aku yang menjadi pasanganmu di pernikahan nanti apakah aku akan bersedih? Jika manusia itu adalah manusia normal pasti rasa sedih itu ada dan akan selalu membekas hingga akhir hayatnya.

            Tahukah kalian jika kalian menyakiti hati pasangan kalian yang telah memperjuangkan kalian? Suatu saat nanti jika kita memang harus terpisah aku sudah mengetahui akan seperti apa jadinya, aku hanya ingin mengatakan kalimat “Cukup  tau saja”, seperti yang kau katakan ketika kamu mengetahui perasaannya kepadamu. Namun bagiku yang terlanjur mengetahui semua ini maka aku akan berusaha tetap tersenyum melihatmu bahagia. Aku mencintaimu demi mencintai semua hal yang kamu cintai tapi tolong maafkan aku jika suatu saat cintaku telah pergi disaat kamu kembali.

Cerita ini berasal dari curhatan seorang teman penulis sebut saja namanya Si Hati  yang kebetulan curhatannya ingin dituliskan disini.

Sabtu, 12 Juli 2014

AKU MENGERTI KARENA AKU MERASAKANNYA



Suatu hari aku menemukan tulisanmu ini..............

            Sulit menjelaskan kepadamu bagaimana rasanya hatiku disaat menatapmu tersenyum, seperti ada sesuatu di dalam dirimu yang membuat detak jantung ini terasa cepat. Mengapa rasa itu baru ku rasakan ketika kamu sudah ada yang memiliki? Mengapa aku tidak bisa melihat ketika itu tepat di hadapanku selama ini? Tapi kenapa baru sekarang aku bisa melihatnya? Sesuatu….. yang disebut… cinta.


            Aku yang tetap menunggu walau tahu kamu tidak akan datang padaku, aku yang tetap menanti walau tahu kamu tak akan kembali, meskipun aku bertahan aku tak layak dipertahankan, meskipun aku menunggu aku tak layak untuk diharapkan. Saat ini aku berpikir hanya ingin menikmati rasa sayang ini untuk kamu sebelum akhirnya rasa ini hilang dan tidak akan pernah aku rasa lagi sama siapapun. Aku mampu memaafkan seberapa besar kesalahanmu, sejujurnya itu bukan kebodohanku tapi karena ketulusanku mencintaimu. Aku mungkin saja bisa melupakan apa yang pernah kamu lakukan terhadapku namun tidak akan pernah aku lupa bagaimana kamu membuatku berarti. Seandainya kamu tahu, aku begitu tersiksa disini merindukan semua hal tentangmu, apakah kini kamu juga merasakan hal yang sama denganku?

            Walaupun kamu bisa menghapus air mata di wajahku, kau masih tidak bisa mengerti penyebab kesedihanku. Aku hanya bisa menarik nafas yang dalam dan menghembuskannya sambil tersenyum meskipun disaat yang sama hatiku bersedih. Aku bahkan masih bisa  mengingat beberapa perkataanmu padaku, kamu pernah berkata jika kita harus berhenti melakukan hal-hal seperti yang orang lain lakukan karena kita ini berbeda. Hingga saat ini aku percaya bahwa memang kita berbeda dengan mereka. kisah dan kehidupanku tidak seindah mereka.

            Aku pasti sudah kehilangan akal waktu itu, bagaimana aku bisa meninggalkanmu? Aku hanya mencintaimu, aku benar-benar minta maaf. Kamu tahu jika aku selalu memberimu luka tapi aku yakin bukan itu yang membuatmu marah. Mungkin karena perkataanku yang mengecewakanmu? Atau mungkin karena aku terlalu possesif terhadapmu? Walaupun kamu tidak bisa merasakan apa yang ku rasa namun aku sekarang tahu apa yang sedang kamu rasakan. Maafkan aku yang tidak bisa melakukan beberapa hal tanpamu. Saat ini aku mulai menyadari jika segala sesuatu tidak akan memberikan makna yang sama pada setiap kondisi. Aku akan tetap bahagia jika bisa selalu bersamamu.

*******

            Aku menemukan dan membaca salah satu tulisan kata hatimu ini disaat aku berkunjung ke rumah ibumu, Banyak kata dari tulisanmu yang mebuatku terharu dan sedikit membuatku tersenyum ketika mengingat beberapa kisah yang juga kau tuliskan di sebuah buku tebal bersampul warna hitam dengan hiasan beberapa warna pink dan ungu.

            Setelah kamu ketahui pada waktu itu ternyata kamu hanya keliru menilaiku kamu tiba-tiba berubah seakan menjadi bukan dirimu dan kamu menjadi dirimu yang sesungguhnya. Aku sempat terkejut namun setelah membaca tulisan diary milikmu aku mulai menemukan sedikit demi sedikit jawaban tentang dirimu.

            Selama pacaran denganku dulu kamu memang membuatku sedikit jenuh dengan sikapmu yang keras dan susah bagiku untuk menasihatimu dengan sifatmu yang tidak peduli dengan perkataanku, hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak menemuimu beberapa saat dan ketika waktu itu kamu mulai sedikit berubah. Setelah membaca beberapa tulisanmu aku mulai mengerti jika pada saat itu kamu khawatir padaku, kamu juga merasa cemburu dan sangat merasa kehilangan dariku.

            Beberapa tahun pacaran kita akhirnya menikah juga yah.. aku berhasil menaklukkan kerasnya hati dan sikapmu itu. Kau bagaikan seorang wanita tercantik yang ku impikan semenjak aku mengenal cinta.

            Beberapa tahun bersama, kamu tak hanya menjadi seorang istri namun kamu juga menjadi seorang ibu dari sepasang anak kembar ini.

            Hari ini tepat hari ulang tahun mu dan hari ini juga tepat dua tahun semenjak kepergianmu. Aku merasa sangat sedih ketika melihatmu berjuang demi sepasang anak ini dan akhirnya kamu meninggalkan kami dengan air mata kesedihan yang sangat haru. Kamu tidak sempat melihat dengan jelas seperti apa tingkah seasang anak ini kamu bahkan tidak bisa melihat dan mengajarkan mereka berjalan, menyebut nama,  dan menyanyikan lagu untuknya secara bergantian ketika mereka menangis bahkan ketika aku kesulitan aku biasa dibantu oleh ibumu.

            Hingga saat ini aku masih selalu percaya bahwa kamu selalu ada berada di dekatku dengan senyumanmu menatapku seperti yang kamu lakukan secara diam-diam menatapku dengan senyum disaat aku tertidur dan juga nada suaramu masih sangat jelas bisa aku rasakan, termasuk bisikanmu yang dulu mengatakan Jangan menunggu bahagia untuk tersenyum tapi tersenyumlah untuk bahagia. Bukan hanya nada suaramu yang lembut tapi juga nada suaramu yang meninggi masih bisa aku rasakan dengan perkataan yang sering kamu sebutkan jika merasa sedikit marah, kamu sering berkata  “sesutau yang kau tidak bisa rasakan bagaimana kau bisa mengerti?”

            Banyak hal yang ingin kamu lakukan bersamaku namun tak sempat kita lakukan, maafkan aku yang tidak bisa menepati janji itu kepadamu dan aku mengerti jika kita tidak akan pernah bisa merencanakan masa mendatang berdasarkan masa lalu. Aku mengerti karena aku merasakannya.

            Disaat aku merasakan cinta apakah kamu disana juga harus membalasnya dengan cinta? Disaat kamu disana mulai merasakan cinta apakah aku masih tetap harus dengan rasa cintaku ini? Akan ku simpan kisah kita sampai nanti kita bertemu disana.

Cerita ini hanya fiktif belaka, mohon maaf jika ada kesamaan..

Kamis, 03 Juli 2014

PERASAAN SEORANG ALBINO



            Apa yang dapat ku lakukan untuk membuatmu mencintaikuApa yang dapat ku lakukan untuk membuat mu peduli? Apa yang bisa ku katakan untuk membuat mu merasakan ini? Apa yang dapat ku lakukan untuk mu di sana? Mungkin karena aku berbeda dari makhluk ciptaan tuhan yang ada di muka bumi ini sehingga aku tak dapat melakukan apa-apa untuk dapat melakukan yang aku inginkan? Oh… tuhan sehina inikah hidupku…

            Aku kadang disebut siluman, kadang dihina dengan sebutan manusia jadi-jadian, tak jarang pula orang menyebutku dengan sebutan bule atau mister. Bentuk tubuhku tidak berbeda dari kalian semua, aku memiliki sepasang kaki, sepasang tangan dengan jumlah jari yang sama dengan kalian, akupun mempunyai sepasang mata, sepasang telinga, mulut, hidung dan semua yang kalian miliki juga aku miliki namun yang membedakan kalian dengan diriku yaitu perbedaan warna kulit, warna rambut, warna mata dan daya tahan tubuhku tidak sekuat yang kalian miliki.

            Kalian pernah mendengar kata Albino? Ataukah kalian pernah berteman, mengenal atau melihat 
orang albino? Aku tahu dalam pikiran kalian albino itu adalah orang yang mempunyai rambut pirang, mata yang aneh serta warna kulit yang putih pucat dan tak jarang orang juga menafsirkan jika berteman dengan seorang albino itu bisa mendapat celaka karena umur seorang albino tidak bisa bertahan lama seperti orang-orang pada umumnya bahkan sebagian orang menyangka jika seorang albino itu adalah siluman atau vampir karena tidak dapat bertahan dibawah sengatan sinar matahari. Itulah kenyataan yang harus aku hadapi selama beberapa tahun setelah aku dilahirkan di dunia ini dan aku tetap berbesar hati menerima semua yang dititipkan tuhan kepadaku.

            Banyak yang tidak menyukai keberadaanku namun juga ada beberapa orang yang menerima keberadaanku sebagai keluarga dan sahabatnya. Aku juga sama seperti manusia pada umumnya, aku bisa merasakan sedih, senang, kecewa, dan cinta…
            Pernah suatu ketika aku mulai merasakan perasaan yang sering disebut dengan cinta. Aku mempunyai beberapa sahabat yang meskipun kadang mereka membatasi diri mereka untuk dekat denganku tapi aku merasa sangat bahagia dan ketika salah satu dari sahabatku itu mulai sangat dekat denganku aku juga merasa nyaman bersamanya. Seorang sahabat yang sering membuatku tersenyum dengan candaannya dan juga bisa membuatku sedih ketika dia merasakan kegalauan yang diceritakannya. Entah mengapa aku mulai merasakan cinta kepadanya, sering kali aku terus ingin berada bersamanya, semua tentangnya mulai merasuk ke pikiranku. Aku mulai berusaha untuk bisa menyukai apa yang dia suka mulai dari warna yang dia suka, makanan yang dia suka sampai hal yang dia tidak sukai pun aku juga rela ingin merasakannya. Aku berbuat begitu dengan bermaksud agar aku mendapatkan perhatian yang lebih dan bisa membuatnya senang.

            Hari demi hari telah kulalui namun tidak sedikitpun usahaku menampakkan hasil. Dia hanya bersikap seperti biasanya. Tapi suatu hari ketika dia bercerita tentang seseorang yang membuatnya merasa nyaman aku mulai merasakan sedikit kecerahan di dalam jiwa. Katanya orang yang bisa membuat kita nyaman itu ketika dia bisa membuat pikiran kita tersenyum, membuat hati kita tersenyum meskipun bibir tidak membahasakan senyuman itu. Aku percaya jika yang telah kulakukan selama ini tidak sia-sia.

            Suatu hari aku tidak pernah bermimpi dan menyangka jika aku bisa jalan berdua dengan seorang wanita. Hari itu aku diajaknya untuk sekedar menemaninya membeli sebuah sepatu yang rencananya akan dipakai ke acara nikah keluarganya dan tentu saja saya juga diajak ikut bersamanya. Hari itu sangat cerah dan mengharuskanku menggunakan pakaian tebal berlengan panjang agar menutupi kulitku dari sengatan sinar matahari tapi itu tiada terasa panasnya ketika berada bersama orang yang kita cintai. Namun lain rasanya ketika panasnya kulit terasa di dalam tubuh maksudku hati. Mungkin aku sedikit cemburu ketika dia mendapat sebuah telepon ajakan makan tapi tetap aku ikut karena bagiku kami adalah sepasang orang yang tak terpisahkan.

            Di suatu tempat dimana seseorang yang mengajak itu kami tiba dan bukan hanya seseorang tapi beberapa orang yang saling mengenal, aku merasa bagaikan orang yang berada sendiri di dunia ini. Seperti biasanya bisikan orang yang menatapku sudah ku anggap hal yang biasa dan aku tetap berbesar hati menerimanya. Tiap orang yang menatapku sinis ku balas dengan senyuman. Aku hanya bisa terdiam dan sesekali tersenyum di tengah orang yang bercanda tanpa menghiraukan keberadaanku bahkan seorang sahabatku tidak begitu memperdulikanku.

            Setelah semua usai kami pulang dan seperti biasanya selepas merasakan kegembiraan sahabatku ini menceritakan kegembiraannya padaku tapi kali ini kegembiraan itu hanya kegembiraan untuknya bukan kegembiraan untukku ketika dia mengatakan jika dia sangat senang mempunyai seorang sahabat seperti aku karena berkat diriku semua perasaan sakit hatinya kepada seseorang bisa terobati dan ketika aku membahasakan perasaanku padanya itu hanya dianggap sebuah perkataan dan yang tak dapat ku sangka ketika selama ini seseoramg yang dia ceritakan padaku bukan diriku dan sungguh terasa sakit ketika aku mengetahui jika selama ini aku hanya sebagai orang yang tidak ada artinya.

            Bahkan aku pernah bertemu dengan orang yang membuatnya bahagia, aku hanya bisa terdiam memendam rasa sakit di hatiku ini. Ketika waktu itu, aku diperkenalkannya kepada seseorang yang dia maksud, walau terasa kecewa namun aku harus tetap tersenyum menyembunyikan kecewaku. Sesaat kemudian suasana berubah ketika orang yang dia banggakan tersebut ternyata juga hanya menganggapnya sebagai sahabat sama halnya yang dia rasakan kepadaku. Bahkan orang yang dia banggakan tersebut juga bercerita tentang pasangannya yang sudah lebih dulu berada di hatinya.

            Aku tau dan aku merasakan apa yang dirasakannya saat ini. Aku tidak ingin menyebut ini adalah sebuah karma atau sebuah kutukan atau kesialan dariku namun aku akan tetap bersabar dan menanti dan akan tetap setia menjadi seorang sahabat untuknya. Karena bagiku mempunyai seseorang yang bisa mengerti dan ingin berbagi denganku adalah suatu anugrah terindah dari tuhan. Aku akan tetap seperti ini hingga keajaiban itu datang kepada manusia albino seperti diriku ini.

           Terimakasih tuhan.. telah menciptakanku ke dunia ini dan juga telah menciptakan seorang sahabat yang ikhlas berbagi denganku.

Kisah ini hanya fiktif semata yang tercipta dari khayalan penulis, jika ada kesamaan, tempat, dan kisah mohon sangat dimaafkan.
Terimakasih.