Contact : WA 089653002233 | Instagram : @rhyfhad


KLIK PLAY MUSIK

Minggu, 09 April 2017

MAAF, KUBAGI CINTAKU DENGANNYA



 
Aku paham dengan apa yang terjadi denganku saat ini, aku bahkan mengetahui jika yang aku lakukan ini adalah sebuah kesalahan. Aku tetap mencintaimu namun aku juga tak berdaya dengan perasaan yang tumbuh ini kepadanya. Aku benar-benar tak berdaya ketika berada di dekatnya, seakan dia mengerti tentang kejenuhanku dan tentang perasaanku yang ingin mempunyai ruang untuk kesendirianku.

Semua rasaku terhadapmu yang dulu kembali kurasakan kepadanya namun harus kuakui jika perasaan ini terhadapmu masih sangat menginginkan dirimu selalu ada di dekatku. Aku selalu bercerita banyak hal kepadanya, tanpa sepengetahuanmu aku sering berjumpa dengannya di berbagai acara yang diadakan oleh teman-teman kuliahku. Selama ini aku tak pernah menceritakan tentang perkenalan dan keakrabanku dengan seorang pria yang tak lama ini telah menjadi teman yang rajin mendengar ceritaku.

Di berbagai celah kesibukan yang kujalani beberapa minggu ini aku selalu menginginkan semangat darimu namun kamu hanya tak peduli denganku bahkan kamu hanya mencela dan mengutuk teman-teman atau orang-orang di sekitarku. Kamu menuduh mereka yang merusak hubungan kita, kamu tidak pernah setuju jika aku bergabung dengan beberapa organisasi kampus dengan alasan semua yang kulakukan tak pernah penting dan bagimu mereka teman-temanku adalah orang yang telah menjauhkanmu dariku. Namun tak pernah kamu sadari tentang pergaulanmu di luar sana selama ini. Kamu hanya menginginkan keberadaanku disaat teman komunitasmu itu sibuk dengan urusan pribadi mereka, disaat kamu tak membutuhkanku jangankan menghubungiku, aku bertanya kabar, keberadaan dan keadaanmu saja kamu sudah menganggapku possesif atau suka mengatur kehidupan pribadimu.

Disaat yang sama di berbagai celah kesibukanku dia selalu muncul disaat aku membutuhkan semangat. Dia lah orang yang mengajakku bercanda, cerita dan selalu ingin mendengar ceritaku. Tak jarang dia memberikan motivasi ataupun pandangan hidup kepadaku. Aku benar-benar tak berdaya dengan perasaan ini. Aku benar-benar inigin merasakan kesendirian namun aku juga ingin kamu menjagaku dan berada di dekatku. Di satu sisi aku juga ingin dia selalu bersamaku namu aku tak ingin kalian saling mengenal satu sama lain. Aku tak pernah bercerita tentangmu kepadanya begitu pula kepadamu yang tak pernah ku ceritakan tentangnya.

Seiring berjalannya waktu aku merasakan diriku luluh akan dirinya. Meskipun aku mencoba menjaga jarak namun tetap jika dia menghampiriku selalu saja aku ini ingin lebih dekat dan tetap tertawa lepas serta cerewet kepadanya. Jujur yang kurasakan ini adalah perasaan suka kepadanya. Tanpa sepengetahuan siapapun akhir-akhir ini aku selalu berkomunikasi dengannya melalui pesan di media sosial, meskipun hanya bertanya kabar hingga bercanda seadanya.

Tanpa sepengetahuanmu juga aku bahkan menerima ajakannya walau hanya sekedar makan malam atau berjalan-jalan di sore hari. Suatu hari ingin rasanya menceritakan kepadanya tentangmu dan tentang kita namun aku tak ingin jika dia menjauh hanya untuk menjaga jarak denganku. Terkadang juga disaat aku bersamamu ingin rasanya hatiku jujur kepadamu tentangnya namun aku takut kamu kecewa dan pergi meninggalkanku hanya karena kebodohanku ini.

Jujur yang kurasakan disaat aku bersamanya aku merasa nyaman namun disaat yang sama aku juga bersedih karena mengingat tentang kita dulu yang seperti ini, berbeda dengan kita yang sekarang, kamu yang sekarang seolah membenciku dan ingin menjauh dariku. Aku tetap mencintaimu dan menginginkanmu disisa usiaku namun maafkan aku yang pernah membagi cintaku kepadanya.


Minggu, 19 Februari 2017

MELEPASMU II (Versi Pria)




                Walau perih hati yang kurasakan tanpa ada cintamu lagi di sisiku aku tetap mencoba pergi mengarungi jalan takdirku sendiri. Semua tentang khayalanmu yang ingin mempunyai rumah mewah, tentang harapanmu yang ingin menjadi ibu dan keinginanmu menjadikanku seorang ayah dari sepasang anak kembar yang sangat kamu inginkan, juga tentang khayalan gila mu yang ingin mengelilingi indahnya negeri ini berdua denganku kini hanya menjadi sebuah mimpi, angan dan harapan yang kita rangkai bersama.

                Dalam gelisah hati yang kurasa saat itu sering aku bertanya dalam hati tentang perasaanku yang sedih tanpa aku ketahui sebabnya. Betul yang kurasa tentang kesedihanku saat itu, telah berakhir semua kenyataan tentang dirimu, aku mengetahui semua tentang perjodohanmu sebelum kamu mengatakannya padaku. Besar harapan kedua orangtuamu untuk melihatmu bahagia bersamanya, aku pun mengerti harapan mereka disaat mengatakan semuanya kepadaku. Aku hanya bisa menuruti demi kebahagiaan kamu dan keluargamu meskipun harus menahan kesedihan dan air mata.

                Harus aku akui ini semua salah ku yang memilih untuk hadir di hidupmu. Seakan tak percaya kenyataan ini, aku merasakan baru saja beberapa hari yang lalu kita bersama merangkai khayal bersama. Setelah mengetahui semua ini aku berharap setelah hari ini aku terbangun dan aku berharap ini bukanlah sebuah kenyataan. Aku pun berharap jika ini adalah sebuah kenyataan aku tak ingin terbangun lagi dari tidurku di malam ini.

                Aku mencoba memilih untuk diam tak mengatakan apapun padamu walaupun kamu terkadang marah dengan sikapku yang tidak begitu ceria dari sebelumnya. Beberapa hari berlalu aku mencoba mencari tau siapa dia yang akan menjadi orang yang membuat khayalanmu menjadi nyata. Aku tak ingin dia lebih buruk dari apa yang kamu benci dariku, aku tak ingin dia menyakitimu disaat aku tak ada lagi bersamamu, yang aku inginkan dia lebih baik dari apa yang kamu sukai tentangku, aku ingin dia selalu bisa membuatmu ceria, selalu bisa menuruti permintaanmu yang tidak masuk akal dan aku ingin dia membuat semua harapanmu menjadi sebuah kenyataan dan juga bisa membuatmu bahagia.

                Beberapa hari sebelum hari pernikahanmu aku bertemu dengannya berkat bantuan kakak iparmu. Kami bercerita cukup lama, dia memperkenalkan dirinya dengan ramah. Dia bertanya padaku tentang bagaimana dirimu, dengan semua yang aku ketahui tentangmu ku ceritakan padanya. Aku mengatakan padanya jika kamu adalah orang yang keras kepala, takkan pernah berhenti meminta dan mengingatkan jika yang diinginkan belum dikabulkan, kamu suka makan meskipun setelah makan selalu merasa bersalah karena selalu berjanji pada cermin untuk memiliki tubuh ideal, aku juga berkata jika kamu ingin menjadi seorang ibu mempunyai sepasang anak kembar dan ingin menikmati indahnya negeri ini bersama ayah dari anak anak mu nanti. Tampaknya dia begitu serius menyimak ceritaku sampai dia tersenyum tulus untuk menantikan perkataanku selanjutnya.

                Aku merasa sedikit legah bertemu dengan dia yang kelihatannya begitu dewasa dan bijak serta berkecukupan untukmu dan masa depanmu. Pada awalnya aku berjanji pada ego ku untuk menyakitinya secara fisik jika suatu saat bertemu dengannya namun entah mengapa aku lebih memilih untuk berusaha rela melepasmu bersamanya walau hati ini tak pernah bisa mampu menerima kenyataan.

                Disaat yang sama dia tersenyum dan memintaku untuk menghadiri pernikahanmu. Sekejap aku merasa marah padanya namun dia berkata

“jika kamu mencintainya datanglah bertemu dengannya, hapus air mata kesedihannya, meskipun dia bukanlah takdirmu namun kamu masih bisa melihat dan mendengar kabarnya, janganlah hidup dalam penyesalan seperti diriku ini, aku pernah menemukan takdir hidupku namun dia juga pergi meninggalkanku bukan sementara namun selamanya, kabar, wajah, suara, senyum dan air mata nya takkan pernah bisa aku dapatkan lagi, dia juga punya harapan yang ingin aku kabulkan tapi aku juga tak ingin dia bersedih tidak merasa tenang menungguku disana.”

                Setelah pertemuan dan percakapan itu aku berjanji akan menghadiri pernikahanmu walau harus menanggung malu dan kesedihan aku akan menemuimu menghapus air mata kesedihanmu dan aku berjanji akan tersenyum untukmu demi melepasmu bahagia bersamanya.

FLASH BACK : Seorang Pria (dia) yang ingin dijodohkan dengan wanita dalam cerita ini adalah orang yang ada di kisah AKU MENGERTI KARENA AKU MERASAKANNYA (Baca dan Klik Disini)


MELEPASMU I (Versi Wanita)



Harus aku akui rasa cinta ini begitu dalam padamu, meskipun kini isi hatiku telah menjadi miliknya namun kau tetap tersimpan di ingatan ini. Dosa kah aku yang berharap kau kembali? Meski ku tau takkan mungkin terjadi. Aku ingin melupakan semua kenangan dan cinta namun aku tak kuasa, ingin kulupakan wajahmu, ingin ku hindari bayangmu tapi mengapa selalu tetap teringat dirimu walaupun sudah ada pengganti dirimu disini.

Seringkali aku kecewa dengan diriku sendiri yang selalu mencoba merasa memiliki cinta bersamanya. Kadang aku berpikir apalah arti hidup ini bila hanya berteman mimpi namun sesekali aku menyadarkan diri untuk tidak menyesali walau perih luka ini. Harus ku katakan yang ku inginkan hanyalah kesetiaan diatas segalanya.

Kita tak bisa bersama bukan karena salahmu bukan pula karena inginku melainkan keegoisan mereka (orangtua) yang saling menjanjikan perjodohan di masa lalu. Hingga membuat berakhir semua kenangan yang tersusun. Kamu yang selama ini menemani hari-hari dan kebodohanku tak akan lagi mampu ku dekati, kamu yang meneduhkanku disaat panas yang melindungiku dari hujan, kamu yang selalu pasrah dan mengalah dari keinginan kita yang berbeda,  kamu yang selama ini telah memberikan kesungguhan cinta kini semakin hari menjauh hilang bagai tertelan langit.

Hubungan yang kita jaga dari berbagai prasangka kini hilang bagai tak berbekas. Cintaku yang putih hanya untukmu yang ku anggap takkan pernah berakhir hingga habis nafasku ternyata hanya sebuah kata yang terucap dalam hati.

Seiring berjalannya hari aku mulai merasakan dan menyadari putaran waktu telah merubah takdir hidupku begitupula dengan rantai asmara yang kurasakan. Kamu yang ku inginkan perlahan pergi bersama kenangan sedangkan dia yang selalu ada menjadi yang aku butuhkan meski aku tak pernah menginginkannya.

Relakah dirimu selama ini yang melepasku hidup bersamanya? Katakan padaku meski tak berucap, beri aku isyarat tentang apa yang kamu inginkan. Masih teringat jelas di hari (pernikahanku) itu, seketika keheningan terjadi di dalam ruangan ketika dirimu hadir berjalan menuju ke arahku. Disaat aku meminta maaf meneteskan air mata di pelukanmu disaat yang sama aku meminta izinmu untuk melepasku hidup bersamanya. Kamu tak pernah berucap kata, kamu hanya mengeluarkan air mata kesedihan sambil memelukku erat. Sekejap keheningan menjadi kesedihan bagi sebagian orang yang menyaksikan. Mungkin saat itu terakhir kali aku bisa merasakan tanganmu menghapus air mataku, sambil tersenyum menatapku tanpa berucap kata kamu berbalik pergi menjauh dan hilang dari pandanganku.

Aku berharap air mata dan senyuman itu sebuah kerelaan mu demi kebahagiaan dan masa depanku dan aku pun berharap kelak suatu saat kamu bisa menemukan seseorang yang lebih dari apa yang aku miliki. Semoga kita bisa saling melupakan meskipun kenyataannya sulit dan semoga hubungan kita tidak berakhir dalam kebencian meskipun luka ini abadi.

Bersambung Ke Bagian II... (Klik dan Baca Disini)

Sabtu, 07 Januari 2017

INILAH AKU SI PEMILIK GOLONGAN DARAH O


Hanya karena sering diam bukan berarti aku tidak tau apa apa. Bisa jadi diamku itu pertanda aku tau segalanya namun enggan bicara. Aku sering memilih diam daripada cerita. Karena terkadang bercerita tidak bisa mengubah segalanya.  Aku selalu berpura pura bodoh walau tau, berpura pura bahagia walau sedih, berpura pura baik baik saja walau sakit.

            Harus kuakui jika terkadang aku sering bertingkah kekanak kanakan, kadang suka usil, kadang ceroboh, kadang suka nyasar,  kadang pelupa, dan juga tidak bisa diam di satu tempat.  Tapi bagiku itu tidak masalah jika itu bisa selalu membuatmu tersenyum bahagia dengan segala tingkah laku ku yang mungkin saja bisa menjadikan hidupmu lebih berwarna.

            Di dalam suatu hubungan baik itu persahabatan, kerja dan cinta aku terkadang cerewet itu karena aku sayang dengan semua yang telah menjadi bagian dalam hidupku. Terkadang aku egois namun bukan berarti aku tidak humoris, sebagian orang berkata aku kayak bocah, biarlah yang penting apa adanya dan tidak menghamba pada karakter yang bukan pada tempatnya. Harus kuakui jika aku begitu mudah jatuh cinta dan terkadang bisa membuat orang memendam rasa padaku namun percayalah jika aku ini setia, jika suatu hari pasanganku berkata aku gampang marah maka bacalah ini dan percayalah jika kamu satu satunya bagiku.

            Sebagian orang yang telah mengenal diriku hampir tak ada yang tidak pernah terkena kejahilanku. Ada yang terhibur tertawa meskipun tidak menerima dan ada juga yang merasa karakternya dijatuhkan karena kejahilanku namun tetap saja tetap tersenyum ikhlas memaafkan.

            Hal yang terkadang aku benci dari diriku namun terkadang aku tak menyadarinya yaitu sifatku yang mudah percaya dengan seseorang, aku selalu berpikir positif hingga tak menyadari jika ada teman yang berniat jahat, aku terlalu mudah untuk memaafkan seseorang yang jelas jelas menyakiti dan aku sangat mudah suka sama seseorang tapi tetap saja hati ini hanya untuk dia yang mampu membuatnya berbunga bunga.

            Sebenarnya aku benci untuk mengakui jika aku sering berusaha menjadi penyenang hati orang lain, meskipun aku tau jika akupun juga butuh dibahagiakan oleh seseorang. Aku juga benci mengatakan jika aku selalu mengalami mengagumi diam diam, mengagumi dari kejauhan dan mengagumi tanpa mengatakan.

            Jika aku suka dengan seseorang baik itu suka dalam artian mengagumi, tertarik dengan tingkah lakunya  atau bahkan aku  lagi tau kalau dia suka tapi diam diam maka aku akan sering cek hp berharap dia chat, sering lihat kontaknya atau sosmednya  sampai membuka foto nya, sering memberi kode dengan tulis tulis status berharap dia koment atau chat walaupun ujung ujungnya tidak di chat juga, kalau tidak tahan dengan cueknya  dia maka apa boleh buat aku yang chat duluan walaupun sebenarnya sudah janji sama diri sendiri untuk tidak chat duluan.

            Dan jika sudah dalam percakapan chat, terkadang aku suka chat yang panjang begitu pula dengan balasan chat yang panjang. Kalau aku balas chat kamu singkat dan seadanya maafkan aku sebenarnya aku sedikit kurang tertarik dengan kamu tapi jika aku tertarik sama kamu maka bersiaplah untuk chat yang lama karena aku akan selalu mencari topik supaya pembicaraan kita tidak berakhir dan jangan heran jika aku sering menggunakan emot atau sticker dalam chat karena aku senangnya begitu tapi terkadang aku juga sedikit baper dan menganggap orang itu cuek jika chat nya singkat tanpa sticker.

            Suatu hari seorang teman bertanya entah itu serius atau bercanda. Dia berkata, apa yang bisa membuatmu semangat? Dengan sendirinya tanpa banyak berpikir aku menjawab, orang yang lagi aku suka, orang yang bahasa tubuhnya merespon pandanganku, orang yang bikin nyaman walaupun status bukan siapa siapa, dan orang yang sudah seenaknya bikin jatuh hati tapi sekarang kabarnya entah dimana…

            Disaat yang sama dia bertanya lagi sambil tertawa. Dia berkata, kalau yang bisa membuatmu hilang semangat apa? Maka aku pun menjawab dengan singkat, menunggu kelamaan, orang yang serba rempong dan orang yang disukai yang tidak kunjung pekaa...

            Memang aku humoris tapi dibalik itu aku orang yang sedikit keras kepala. Aku tidak bisa dan tidak mau dipaksa, pantang menarik kata kata yang telah terucap dan kadang gengsi minta maaf sama pasangan kalau lagi ada sedikit masalah atau lagi berselisih paham.

             Mungkin disaat kesan pertama kali bertemu denganku aku terlihat judes tanpa kalian mengetahui betapa hebohnya aku ini. Kalian tidak pernah tau jika aku terkadang mengamuk sendiri jika kesusahan mencari barang yang aku lupa meskipun aku sendiri yang menyimpan barang itu, kalian belum tau jika aku sering lupa nama jalan, arah, tujuan tapi kadang ingat wujud tempatnya. Dan kalian juga harus tau jika aku ini sedikit cerdas dalam membaca gelagat atau tingkah seseorang, entah mengapa aku mempunyai insting dan firasat yang sangat kuat.

             Aku dekat dengan seseorang bukan karena ada maunya tapi kalau memang nyambung dan asik aku bisa berteman baik. Aku orangnya tidak munafik, tidak pandai berbasa basi, bicaranya blak blakan dan paling tidak suka mengubah suasana menjadi sulit dengan berbohong.

            Ditanya soal jodoh? I think jodoh itu tidak harus sempurna tapi perhatiannya yang harus nyata, ketulusannya tanpa pura pura, bagiku kejujuran tanpa dusta adalah segalanya, dan itu semua juga akan kuberikan tanpa kamu minta. Tapi jangan sesekali membuatku kecewa karena mungkin aku memang pemaaf namun beberapa kesalahan yang pernah dilakukan seseorang kadang tiba tiba selalu teringat. 

            Jika kalian merasa ada sedikit kemiripan dengan kisah ini maka sebaiknya kamu harus ingat jika kamu berhak membahagiakan dirimu sendiri, jangan terus terusan jadi penyenang hati seseorang, jaga kesehatan jangan sering insomnia cari tau tentang si dia, jangan sering bercermin, perbanyak waktu bersama keluarga atau sahabat dan yang paling penting adalah jangan lupa bahagia!


Sebagian kisah diatas (hampir semuanya) adalah kenyataan dari pribadi sang penulis. Sesekali penulis menulis yang nyata tanpa kisah fiksi boleh kan?
 

Senin, 26 Desember 2016

AKU SI ECCEDENTESIAST




Aku tak pernah mengerti dengan apa yang dirasakan oleh pikiranku ini, aku hanya merasa jika pikiranku ini seakan tak pernah berpihak kepadaku. Semua yang aku harapkan, yang ku inginkan tak kunjung menjadi kenyataan. Aku merasa jika dunia ini berlaku tak adil padaku, semua yang kulalui harus aku hadapi dengan tangisan. Bahkan segala hal yang aku lakukan seakan tidak ada gunanya untuk orang lain.

            Apakah dosa jika aku mencoba tersenyum di dalam kesedihan? Ku jalani hari dengan tangisan, aku mencoba tersenyum di dalam kesedihanku. Terkadang aku berpikir untuk mengakhiri hidup yang tak berguna ini. Tapi tuhan menginginkanku tetap berada di dunia ini untuk tetap tersenyum menjalani hari.

            Sebut saja aku Si Eccedentesiast, seorang yang selalu menyembunyikan perasaan sakitnya dibalik senyumnya. Aku menyadari jika hidupku dalam kesendirian, aku menyadari jika aku jauh dari rasa bahagia, aku bahkan menyadari jika aku ini kesepian.

            Aku merasa rindu kepadamu... padamu yang tak pernah merinduku... Aku merasa cemburu... cemburu jika kamu menyebut dan bercerita tentangnya dihadapanku. Tapi apalah dayaku yang hanya bisa duduk, diam dan tersenyum manis tiap kali kamu menghampiriku hanya untuk bercerita tentangnya.
           
            Ku akui aku memang merasa iri padanya, aku selalu berkhayal jika dia itu adalah aku. Selalu saja aku membayangkan bahagia kalian yang tak mungkin bisa aku rasakan. Ketika aku tersadar dari khayalanku aku merasakan kesedihan yang sangat mendalam namun tetap saja bibir ini tersenyum meskipun ku sadari ini hanyalah sebuah senyum palsu.

            Aku mulai kehilangan kepercayaan diri ketika aku mulai menyadari semua yang telah aku lakukan tak ada nilai nya di matamu. Kamu selalu membanggakannya seolah aku tak pernah ada di kehidupanmu sebelum kamu mengenalnya. Memang sedari dulu kamu selalu tertarik dengan seseorang yang mengerti dan mempelajari tentang Anatomi berbeda denganku yang hanya mengerti tentang Otonomi. Katamu dia yang belajar anatomi pasti bisa mengerti tentang tubuh apalagi tentang hati. Jika kamu menyukai dia yang mengerti Anatomi maka apalah dayaku yang hanya mengerti tentang Otonomi.

            Harus ku akui jika aku wanita yang sedikit berbeda dengan wanita pada umumnya, aku lebih nyaman ketika berpakaian kaos lengan panjang dengan jeans yang tidak ketat. Aku tidak terbiasa dengan produk-produk yang menawarkan kecantikan wajah. Walaupun sering dibilang tomboy tapi aku adalah wanita muslim yang selalu memakai jilbab dengan gaya sederhana. Aku memang sangat berbeda dari semua wanita yang kamu kenal....

            Aku menyadari jika pikiranku tak pernah ingin mengakui jika aku merasa kesepian. Diwaktu yang sama aku bisa menjadi pemikir dan pekerja bahkan aku bisa menjadi penghibur yang sangat baik untuk orang disekitarku. Semakin orang lain terluka aku semakin pandai membuatnya senang meskipun aku tak dapat menyelesaikan masalah yang aku hadapi.

            Terkadang aku berpikir tentang bahagia yang harus aku rasakan namun bahagia itu menjadi bahagia orang lain. Aku hanya mampu mengabadikanmu dalam kata maupun dalam tulisan. Aku hanya dapat bersembunyi dibalik pandangan mata yang berkaca. Apalah aku ini... hanya manusia yang hadir dalam kehidupanmu, yang hanya bisa mengganggu keseharianmu. Bagiku, menatapmu di kejauhan, menginginkanmu dalam diam dan mendoakanmu dalam sujudku sudah menjadi indah bagiku, walau hati menangis pikiran bersedih senyum ini akan tetap selalu ada disini.

            Setiap orang mempunyai kisah yang berbeda dan takdir yang berbeda. Aku menyadari jika untuk mencintai seseorang kita harus benar-benar siap bukan karena kita merasa kesepian. Mulai saat ini aku akan berjanji untuk selalu ada kepada siapapun dan tidak akan meninggalkan ketika mereka membutuhkanku seperti aku yang selalu membutuhkan mereka.

Eccedentesiast adalah Seseorang yang selalu menyembunyikan perasaan sakitnya dibalik senyumnya.

“Dia tersenyum,
Tetapi sebenarnya tidak.
Dia tertawa,Tetapi sebenarnya
ia menangis. Dia ceria
Tetapi sebenarnya ia bersedih.”
(Eccedentesiast)